Mal Blok M, Pusat Nongkrong Muda-Mudi 90-an yang Kini Sepi Tak Berpenghuni

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Selasa 20 September 2022 17:32 WIB
Deretan kios di Mal Blok M yang tutup dan hanya menyisakan satu pedagang/Foto: Ari Sandita
Share :

Pemilik toko pakaian ATR Fashion itu mengungkapkan, dia bisa bertahan selama kondisi sepi di Mal Blok M karena dia sudah memiki toko lainnya yang ada di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat. Selain itu, dia juga sudah memiliki pelanggan tetap sehingga pemasukannya bisa menutupi pengeluarannya selama berdagang di Mal Blok M, khususnya pelanggan dari kalangan zaman dahulu.

 BACA JUGA:Gegara Cekcok, Suami Bakar Istri hingga Tewas

"Gak tentu kalau sekarang pembelinya, tapi memang kalau Sabtu-Minggu itu ada saja karena setelah olahraga itu kan orang pada datang ke sini. Lalu, saya juga ada pelanggan tetep kan, ada yang dari Kalimantan, ada dari Papua," bebernya.

Faris menjabarkan, selama masa jayanya, yang mana saat itu ayahnya memiliki 9 toko di Mal Blok M, per toko bisa meraup omzet Rp10-12 jutaan khusus di akhir pekan, sedangkan hari biasa bisa meraup Rp3 jutaan per toko. Namun kini, omzet yang dia dapatkan hanya di kisaran Rp800 ribuan atau lebih di akhir pekannya dan hanya tinggal satu toko saja yang dikelolanya.

"Sekarang hari biasa sepi, tapi yah kita ikhtiar saja karena rezeki tak ke mana. Sekarang-sekarang paling banyak yah bapak-bapak atau ibu-ibu yang datang terus beli, orang lama, kalau milenial atau dewasa biasa kadang-kadang dan rata-rata sekarang nyarinya yang murah, cepek dapat 3," imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini para pedagang yang masih membuka lapaknya di Mal Blok M itu tengah menantikan informasi tentang tutup tidaknya Mal Blok M. Pasalnya, masa kontrak pengelolaan Mal Blok M sudah hampir habis akhir tahun 2022 ini.

"Ini juga para pedagang lagi nungguin, jadi kontrak PT sama Pemda sudah habis 30 tahun di bulan mendatang kalau tak salah. Kita tunggu dahulu nih surat dari Pemda, apakah ditutup malnya atau disuruh teruskan ataukah dikasih free selama setahun atau 2 bulan, kalau free kita lanjutin dahulu karena kalau dari Pemda kan biasanya murah yah," katanya.

 BACA JUGA:KPK Jebloskan Penyuap Pejabat Pajak ke Lapas Cibinong

Dia menambahkan, para pedagang sejauh ini belum tahu apakah mal tersebut bakal ditutup ataukah bakal direnovasi ataukah bagaiamana lantaran belum ada pengumuman resmi, baik dari pihak pengelola maupun pemerintah. Manakala direnovasi, kemungkinan juga tak bakal terjadi mengingat saat Mal Blok M dahulu itu dibangun menghabiskan dana milaran rupiah.

"Kalau renovasi sanggup tidak orang tendernya, orang kata Bokap saya aja pertama kali ini mal dibangun tahun 90-an abis sampai Rp80 M, di tahun itu, kalau sekarang berapa triliun, tak ada yang sanggup tender, bisa jadi dibalikin ke Pemda," katanya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya