Kata Hasto, pertemuan antara Megawati dan Jokowi memang direncanakan secara periodik. Sering dilakukan di Istana Merdeka, Istana Bogor, dan kemarin diperlukan suasan kontemlplatif dilakukan di Batu Tulis.
Terkait mengapa pertemuan tersebut dilaksanakan di Istana Batu Tulis, Hasto menyebut ada alasan historis. Dulu Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dipersiapkan oleh Megawati sebagai Capres Pilpres 2014 dan pertemuan itu dilakukan di Batu Tulis.
"Jadi itu suatu tempat, yang secara historis kepemimpinan pak Jokowi juga sangat kuat. Suasana kebatinan itulah yang mengambil pembahasan fundamental bangsa dan negara," jelas Hasto.
Tentang capres cawapres, disebutkannya hal itu adalah kewenangan Megawati dan Partai berdisiplin menunggu arahannya. Dia juga menegaskan PDIP tidak mencalonkan calon untuk berburu efek ekor jas.
"PDI Perjuangan mencalonkan pemimpin dengan kesadaran bahwa memimpin bangsa dan negara tidak ringan tanggung jawabnya. Perlu dipersiapkan matang, apa yang menjadi harapan rakyat itu yang akan dijawab PDI Perjuangan" tandas Hasto.
Kemudian Hasto bercerita bahwa dirinya usai pertemuan kemarin bertanya ke Megawati soal siapa sosok Capres dan Cawapres PDIP.
"Saya tanyakan ke Ibu Mega, bagaimana pencapresan? Ibu Mega hanya jawab sabar saja. Tunggu saatnya," pungkas Hasto.
(Khafid Mardiyansyah)