JAKARTA - Pemanasan global yang terus terjadi menyebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah naiknya permukaan air laut. Bagi negara-negara kepulauan yang kecil, pemanasan global tentunya menjadi ketakutan tersendiri karena bisa membuat sebuah negara tenggelam. Negara apa sajakah yang terancam tenggelam akibat pemanasan global? Berikut informasinya dilansir dari berbagai sumber.
1. Kiribati
Salah satu negara yang terancam tenggelam lantaran pemanasan global adalah Kiribati. Negara kepulauan yang berada di Samudera Pasifik ini memiliki titik tertinggi hanya 2 meter di atas permukaan laut. Hal inilah yang membuat Kiribati sangat terancam hilang beriringan dengan naiknya air laut akibat pemanasan global. Melansir Sindonews, Kiribati adalah negara pertama yang seluruh warganya akan direlokasi jika suatu saat negaranya hilang.
Baca juga: Proyeksi Pemanasan Global, 2.000 Pulau RI Terancam Tenggelam pada 2050 Akibat Permukaan Air Naik
Kiribati tercatat dihuni oleh 121.388 jiwa per tahun 2021. Jumlah ini terus meningkat sejak merdeka dari Inggris di tahun 1979. Kala itu, penduduknya hanya berjumlah 58.469 orang. Lahan yang dimiliki Kiribati sangat terbatas untuk pertanian. Akibatnya, masyarakat sangat bergantung pada produk impor dan makanan cepat saji. Masyarakat Kiribati kini dihadapkan pada kekhawatiran baru, yakni pohon kelapa yang mereka tanam tidak seproduktif dulu. Hal itu terjadi karena adanya perubahan cuaca ekstrem, sehingga pohon-pohon justru mengering.
Baca juga: Mengapa Pemanasan Global Dapat Menyebabkan Kepunahan Spesies? Ini Jawabannya
2. Nauru
Nauru merupakan negara pulau terkecil dan masuk dalam tiga negara paling kecil di dunia, dengan luas hanya 8 mil persegi. Negara ini memiliki populasi 10.980 per Oktober 2022. Ketika terjadi perubahan iklim akibat pemanasan global, Nauru akan tenggelam sangat cepat dan hilang.
Melansir laman Newsweek, perusahaan Jerman mulai melakukan penambangan di Nauru pada tahun 1900-an. Penambangan itu bertujuan untuk memperoleh fosfat yang sangat berguna bagi lini pertanian. Ketika masa Perang Dunia II, Jepang berhasil menduduki Nauru dan melanjutkan penambangan. Pada tahun 1943, Amerika Serikat (AS) meledakkan landasan udara Jeoang di Nauru dan menghalau masuknya pasokan makanan ke negara kecil itu. Usai Perang Dunia II tamat, Nauru diambil alih Australia dan penambangan fosfatnya dilanjutkan negara tersebut.
3. Tuvalu
Negara selanjutnya yang juga terancam tenggelam adalah Tuvalu. Dulunya, Tuvalu dikenal dengan Kepulauan Ellice, yang berada di tengah-tengah antara Hawaii dan Australia. Merupakan negara kepulauan yang kecil, jarak antara pantai dengan air laut Tuvalu sangatlah dekat. Apabila air laut naik dan ombak besar terjadi, tentunya akan menenggelamkan negara ini. Sebagian besar masyarakat Tuvalu merasa takut apabila air laut sedang mengalami pasang. Diketahui, titik tertinggi Tuvalu hanya 4,5 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut berarti negara ini bisa saja hilang akibat tenggelam.
4. Maladewa
Maladewa, sebuah negara kepulauan di barat daya India, terkenal karena menjadi langganan destinasi wisata turis asing, terutama mereka yang ingin berbulan madu. Sayangnya, negara ini terancam tenggelam akibat dampak perubahan iklim. Pemerintah Maladewa dikabarkan kesulitan mendapat dana untuk membangun infrastruktur utama, seperti dinding laut. Dinding laut ini bertujuan agar pulau-pulau di negara tersebut bisa terlindungi dari naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global. Setidaknya ada 80% wilayah Maladewa yang tingginya kurang dari 1 meter di atas permukaan air laut. Hal itu menjadikan 530 ribu penduduknya rentan mengalami gelombang badai, cuaca buruk, dan air pasang.
(Susi Susanti)