"Faktor yang kedua yaitu faktor eksternal. Faktor yang berasal dari luar koalisi yang mempengaruhi eksistensi KIB. Seperti keberadaan KIB di lingkaran partai pengusung pemerintah,” ucapnya.
Menurutnya, hal ini menjadi alasan utama KIB tidak buru-buru mendeklarasikan nama-nama tokoh potensial, meskipun ada juga calon potensial dari eksternal koalisi seperti nama Ganjar Pranowo.
“Alasan ini yang kemudian menjadi penghambat porses pendistribusian pilihan-pilihan alternatif koalisi dalam menentukan arah politik 2022 tidak hanya menyangkut Pilpres akan tetapi bagaimana menyusun strategi dalam merebut kemenangan dalam pemilihan legislatif," tutur Ikhwan.
(Erha Aprili Ramadhoni)