Sementara itu, sebanyak 40,5% responden menginginkan capres selanjutnya untuk melanjutkan program Jokowi. Hanya 28,1% responden yang berharap capres hasil Pemilu 2024 melanjutkan program Jokowi dan membuat program baru, sedangkan yang menginginkan program baru 16,5%. Sebanyak 14,9% lainnya menjawab tidak tahu.
Menurut Igor, hasil ini menunjukkan Prabowo sebagai figur sintesis apabila Jokowi menjadi tesis dan Anies adalah antitesis. Istilah-istilah ini dalam duel capres kali pertama digaungkan politikus Partai NasDem, Zulfan Lindan.
"Jadi, ini tentang continuity dan change. IKN (ibu kota negara) juga harus pindah, (program) itu harus dilanjutkan. Sementara Anies cenderung change. Jadi sintesanya (adalah) Pak prabowo (karena) masih memungkinkan mlnjutkan program Jokowi. Jadi, ini menggunakan istilah yang kemarin ramai," paparnya.
(Susi Susanti)