“Kami masyarakat adat kampung Mamei khususnya Mekari tetap ada dengan strukturnya lengkap dari dulu, marga masih ada turun temurun termasuk seksi-seksinya jelas. Hari ini oleh bapak Bupati resmikan Saliyap (Balai Adat red.) merupakan suatu kebanggan sekaligus apresiasi dan terimakasih kami kepada bapak bupati yang sangat peduli kepada masyarakat adat,” ujar Ondofolo Kampung Mekari, Marthen Samon dalam sambutannya.
Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menegaskan semangat kebangkitan masyarakat adat yang murni tumbuh dari masyarakat adat kabupaten jayapura sejatinya harus terus digelorakan dan dilestarikan dalam menata masa depan masyarakat adat di kampung, khusus kampung Mamei Distrik Kemtuk.
“Dengan kita merayakan kebangkitan adat ke-9 tahun tepatnya tanggal 24 Oktober dan juga Kongres Masyarakat Adat Seluruh Indonesia yang sementara sedang berlangsung di wilayah adat Tabi. Dalam semangat itulah kita terus ada dan tetap ada, sebagaimana saat ini Balai adat Kampung Meikari diresmikan,” ujar Bupati Mathius.
Dengan diresmikannya Saliyap atau Balai Adat Kampung Mekari ini kata Bupati Mathius masyarakat adat sejatinya perlu mengucap syukur kepada Tuhan yang senantiasa memberikan kekuatan bagi masyarakat adat kembali bangkit untuk menjaga dan terus menguatkan adat istiadat sebagai simbol kebangkitan.
(Karina Asta Widara )