Setiap sesi selalu diwarnai dengan saran dan usul oleh perempuan-perempuan Nusantara dari 7 Region yang hadir disitu, Hari Pertama ada dua sesi yang membahas tentang “Inisiatif Multi Pihak Dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender” dan di hari kedua membahas tentang Perempuan Adat Adalah Pejuang Perubahan Sosial.
Sesuai dengan realita yang dialami, semua perempuan Se-Nusantara dalam Sarasehan dikampung Dondai, hampir menyampaikan hal yang sama, Perlakuan Kebijakan negara yang telah menghimpit hak perempuan adat dengan bentuk-bentuk kebijakan yang kurang memberi rasa nyaman.
Hari pertama, ada beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan utama dan yang menjadi rekomendasi adalah Pendidikan untuk membentuk karakter Anak usia dini.
Bagi peserta sarasehan, pendidikan untuk membentuk karakter anak usia dini kurang mendapat perhatian serius dari Negara. Peran pendidikan bagi anak usia dini itu dimulai seorang Ibu. Sampai dengan tingkatan Paud, juga ibu masih terus mendampingi.
Terungkap juga dalam sarasehan itu, bahwa pekerjaan mendidik seorang anak sejak usia dini, membentuk karakter hingga mereka mengenal huruf, tidak sebanding dengan penghargaan yang negara berikan.