Pemerintah Terapkan Siaran TV Digital, Warga Jaktim Merasa Terbebani

Muhammad Farhan, Jurnalis
Kamis 03 November 2022 11:35 WIB
Warga merasa terbebani dengan peralihan siaran TV analog ke digital/Foto: Muhammad Farhan
Share :

JAKARTA - Pasca Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghentikan siaran TV analog atau analog switch off (ASO) sejak Rabu, (2/11/2022) pukul 24.00 WIB, sejumlah warga merasa keberatan atas kebijakan tersebut.

Seperti terpantau di wilayah Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, warga mengaku merasa terbebani untuk membeli perangkat TV digital yang diperlukan, mengingat televisi di rumahnya belum memiliki Set Top Box (STB).

 BACA JUGA:Rudal Korea Utara Lintasi Jepang, Warga Diperintahkan Berlindung

Salah satu warga RT 07 Susukan, Ciracas, Zaini (59) mengaku keberatan dengan penerapan kebijakan TV digital tersebut.

"Saya sangat tidak setuju (TV digital), soalnya kan harus memakai STB, jadinya kan terbebani. Baiknya penerapan TV digital itu buat masyarakat yang mampu saja dulu. Kalau bagi yang belum mampu, sebaiknya pakai TV yang biasa saja (analog)," jelas Zaini kepada MNC Portal, Kamis (3/11/2022).

 BACA JUGA:Kesaksian Teknisi Ganti DVR CCTV Komplek Rumah Ferdy Sambo, Siapa yang Menghubungi?

Menurut Zaini, dia sempat ditawarkan untuk membeli STB dari sejumlah orang yang dikenalnya. Dia mengatakan harga STB yang diminta sekira Rp250 ribu.

"Jangankan Rp250 ribu, kalau harganya Rp150 ribu yang diwajibkan saja, banyak yang mengeluh. Soalnya kan sekarang harus wajib dibeli cuma buat nonton TV saja kan. Kasihan kan orang yang tidak mampu, apalagi kalau dipaksakan oleh pemerintah, kita kan masih ada kebutuhan penting yang lain," terang Zaini.

Sementara itu, warga RT 05 Susukan, Ciracas, Herlina (47) pun mengaku keberatan dengan dimatikannya siaran TV analog. Ia merasa kecewa karena TV tabungnya tidak lagi bisa menyiarkan saluran televisi favoritnya.

"Yaa seharusnya nanti saja lah, sabar dulu. Namanya kita belum punya alatnya, jadinya repot kan. Semalam tayangan TV masih bagus-bagus, pagi ini hilang semua," kata Herlina.

Herlina mengaku tayangan favoritnya ada di dua saluran televisi swasta, yakni RCTI dan Indosiar. Meski ia mengaku bersyukur karena RCTI masih bisa ditayangkan via TV analog, tetapi kekecewaannya tidak bisa dipungkiri.

"Yaa ini ngerepotin sebenarnya. Apalagi saya cuma ikut anak sekarang tinggalnya. Kan ga enak kalau buat nonton TV, harus beli alat tambahannya," ujar Herlina.

"Saya jujur kaget, semalam masih terang tayangannya, lah ini paginya jadi banyak yang hilang. Kaget saya," lanjut Herlina.

Untuk diketahui, Pemerintah resmi menghentikan siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) Jabodetabek dan mengalihkan ke Digital pada Kamis, (3/11/2022) pukul 00.00 WIB.

Penghentiannya ditandai dengan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menekan tombol di layar yang ada di Posko Pemantauan Penghentian Siaran TV Analog, Jakarta.

Mahfud MD mengatakan ASO merupakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Kata dia, dalam UU itu disebutkan migrasi penyiaran Televisi dari analog ke digital harus diselesaikan pada 2 November 2022.

"Juga migrasi siaran tv analog ke digital ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital," ujarnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya