JENEWA - Badan Urusan Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan cuaca yang menghangat di Bumi dan naiknya permukaan air laut telah semakin memburuk, dan terjadi lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini disampaikan dalam catatan suram badan itu menjelang KTT Iklim di Mesir yang dimulai pada Minggu (6/11/2022).
Dalam laporan iklim tahunannya, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan kenaikan permukaan laut dalam dekade terakhir ini dua kali lipat dari tahun 1990an, dan sejak Januari 2020 telah melonjak pada tingkat yang lebih tinggi lagi.
Baca juga: Dibalut Pesan 'Planet Bumi Kirim Sinyal Marabahaya', KTT Perubahan Iklim Resmi Dibuka
Sejak dekade ini dimulai, permukaan laut naik lima milimeter per tahun, dibandingkan dengan 2,1 milimeter pada 1990-an.
Baca juga: Eropa Menghangat Lebih Cepat Ketimbang Wilayah Mana Pun dalam 30 Tahun Terakhir Akibat Krisis Iklim
“Sayangnya kita telah kalah dalam permainan gletser yang mencair ini, yang berarti kenaikan permukaan laut akan terus berlanjut selama ratusan atau bahkan ribuan tahun mendatang,” ujar Kepala WMO Petteri Taalas, dikutip VOA.
“Dalam beberapa studi terbaru NASA tampak ada risiko kenaikan permukaan laut beberapa meter pada tahun 2300. Ini adalah salah satu berita buruk yang harus saya sampaikan,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, satu-satunya alasan mengapa dunia tidak memecahkan rekor suhu tahunan dalam beberapa tahun terakhir ini adalah fenomena cuaca La Nina tiga tahun yang langka.