Tetangga Korban Ungkap Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Jarang Bersosialisasi

Dimas Choirul, Jurnalis
Jum'at 11 November 2022 16:33 WIB
Ilustrasi/ Foto: Dimas Choirul
Share :

JAKARTA - Tetangga korban yang ditemukan tewas dalam rumah di Blok AC Jalan Taman Asri 3, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat mengungkap kebiasaan keluarga korban.

Menurut kesaksian tetangganya, Roy (33), yang jual penjual bakmi itu mengaku telah bertetangga dengan keluarga korban sekitar 20 tahun. Ia menilai tetangganya itu jarang bersoalisasi.

 BACA JUGA: Atap Sekolah Roboh hingga Menewaskan Siswa di Gunungkidul, 2 Pemborong Jadi Tersangka

"Dia memang jarang keluar, enggak pernah sosialisasi. Enggak pernah liat pas Pemilu, kegiatan warga, dan lain-lain. Kalau warga lain saya kenal. Dianya tertutup. Acara keagamaan juga enggak tahu, polisi nanya agama mereka apa saya enggak tahu," ungkap Roy kepada wartawan, Jumat (12/11/2022).

Roy mengatakan, terakhir tetangganya itu beraktivitas keluar rumah sekira tiga bulan lalu. Saat itu karyawannya melihat salah satu keluarga korban keluar untuk mengambil orderan makanan online.

 BACA JUGA:Geger, Sesosok Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Area Persawahan Indramayu

"2-3 bulan lalu karyawan saya lihat dia pesan makanan online, ada yang datang. Sesekalinya melihat. Enggak pernah lihat lagi juga. Karyawan cewe juga sekali doang lihat ibunya pakai daster 3 bulan ini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, keempat jenazah yang ditemukan tewas di rumah tersebut pada Kamis (12/11/2022) malam.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce menyebut empat warga yang ditemukan tewas itu sudah tewas sekitar tiga minggu lalu. Hal itu diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Berdasarkan keterangan dokter forensik bahwa kematian ini dari tiga minggu yang lalu," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/12/2022).

Pasma menjelaskan, kematian keempat jenazah tersebut tidak dalam waktu yang bersamaan. Sebab di antara satu mayat tersebut ada yang sudah mulai kelihatan tulangnya.

"Betul. Jadi itu dari bapaknya ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pasma juga menyampaikan, dari hasil autopsi tadi pagi, tidak ditemukan adanya isi makanan di dalam lambung keempat jenazah tersebut.

"Artinya ini (kematiannya) sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Tidak ada mengonsumsi makanan. Dan autopsi juga ada kekurangan cairan," pungkasnya.

Pasma juga memastikan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh keempat jenazah tersebut. Adapun keempat identitas mayat itu, yakni RY (71) laki-laki, RN (68) perempuan dan DF (42) anaknya perempuan dan DG (69) merupakan ipar dari bapaknya.

Saat ini, pihaknya masih terus mendalami keterangan saksi-saksi dan sejumlah barang bukti yang diamankan dari rumah korban guna menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian keempat korban.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya