JAKARTA - Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa wilayah Sukabumi dan Padalarang, Jawa Barat sering mengalami gempa sejak tahun 1844. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks.
"Ada banyak sekali catatan panjang kegempaan di wilayah Sukabumi dan Padalarang ini. Diawali oleh gempa pada tahun 1844an," kata Daryono dalam konferensi pers secara daring, Senin (21/11/2022).
Pada 1910, gempa juga pernah merusak di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Lalu 21 Januari 1912, kata Daryono, banyak sekali titik kerusakan rumah di perbatasan Cianjur dan Sukabumi.
"2 November 1968 gempa berkekuatan 5,4 juga banyak sekali rumah yang roboh. 10 Februari 1982 banyak sekali gempa berkekuatan 5,5 menimbulkan kerusakan dan korban jiwa," kata dia.
Kemudian pada 12 Juli 2000, pernah juga terjadi gempa berkekuatan M5,1 yang menyebabkan lebih dari 1.900 rumah mengalami rusak berat.
Baca juga: Gempa M5,6 Cianjur, BNPB: Kerusakan Masif, Diperkirakan Jumlah Pengungsi Cukup Banyak
Daryono menyebut berdasarkan catatan gempa, BMKG mencatat pernah terjadi tiga gempa secara berurutan yaitu M4,1; M3,3: dan 2,6 pada 14 November lalu di Cirata, Bandung.
Baca juga: Kerusakan Akibat Gempa M 5,6 di Cianjur Cukup Masif, BNPB Perkirakan Jumlah Pengungsi Akan Banyak
"Ada tiga gempa yang terjadi secara berurutan berkekuatan 4,1, 3,3 2, 6 itu terjadi di Cirata dan waktu itu masyarakat merasakan karena terjadi pada pagi dini hari dan 4,1 cukup kuat,"ujarnya.