JAKARTA - Polisi mengungkapkan para pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) telah beraksi sekitar setengah tahun. Dalam kurun waktu tersebut para pelaku berhasil menggasak uang hingga Rp400 juta.
"Total kerugian hingga Rp400 juta. Jadi korbannya ini adalah salah satu bank swasta," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).
Dalam sehari, pelaku dapat menggasak uang sebesar Rp20juta hingga Rp40 juta. Hasil keuntungan tersebut mereka gunakan untuk dibelikan narkoba.
"Hal itu berdasarkan dari pemeriksaan dan tes urine, semuanya positif mengonsumsi sabu," tambahnya.
Modus Operandi
Haris menjelaskan para pelaku kerap menyasar ATM model lama yang belokasi jauh dari keramaian. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku yakni membobol ATM menggunakan alat buatan sendiri semacam tangkai besi berbentuk menyerupai obeng.
"Modus operandi dengan cara tersangka memasukkan kartu ATM yang sudah disiapkan untuk melakukan transkasi tarik tunai. Saat uang keluar, tersangka mencongkel exit shutter dari pada mesin ATM sehingga mesin tersebut gagal transaksi, seolah tidak terjadi pemotongan saldo terhadap rekening tersebut," bebernya.