UNICEF: 110.000 Anak-Anak dan Remaja Meninggal karena AIDS pada 2021

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 29 November 2022 13:36 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS (Foto: Reuters)
Share :

JENEWA - Badan Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNICEF pada Senin (28/11/2022) mengungkapkan bahwa sekitar 110.000 anak-anak dan remaja berusia 0-19 tahun meninggal karena AIDS pada tahun lalu.

Menjelang Hari AIDS Internasional pada 1 Desember mendatang, UNICEF merilis potret global terbarunya tentang anak dan HIV/AIDS.

Menurut UNICEF, sebanyak 310.000 orang baru terinfeksi, sehingga jumlah kaum muda yang hidup dengan HIV menjadi 2,7 juta orang.

Baca juga: Komnas PA Desak Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan Anak 12 Tahun hingga Mengidap HIV/AIDS

UNICEF menyatakan progress atau kemajuan tentang pencegahan dan pengobatan HIV untuk anak-anak, remaja dan ibu hamil hampir datar dalam tiga tahun belakangan.

Baca juga: Kisah Pilu Anak 12 Tahun Terjangkit HIV, Diduga Korban Rudapaksa Bertahun-tahun

"Kendati anak-anak tertinggal jauh dari orang dewasa dalam penanggulangan AIDS, stagnasi yang terlihat dalam tiga tahun terakhir belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membuat begitu banyak kaum muda berisiko penyakit dan kematian," kata Kepala Asosiasi HIV/AIDS UNICEF, Anurita Bains, dikutip Antara.

"Anak-anak gagal diperhatikan lantaran kita secara kolektif gagal menemukan dan menguji mereka dan membawakan mereka pengobatan yang menyelamatkan nyawa. Hari berlalu tanpa progres, lebih dari 300 anak dan remaja kalah melawan AIDS yang mereka derita,” lanjutnya.

UNICEF memperingatkan bahwa kalau penyebab ketidaksetaraan tidak ditangani, mengakhiri AIDS pada anak-anak dan remaja akan selalu menjadi mimpi yang sulit diraih.

Akan tetapi, tren jangka panjang tetap menunjukkan positif dan infeksi baru HIV di kalangan anak berusia 0-14 tahun turun 52 persen selama periode 2010-2021.

Infeksi baru HIV di kalangan remaja juga mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Menurut UNICEF, meski jumlah total anak-anak yang hidup dengan HIV menurun. Namun kesenjangan pengobatan antara anak-anak dan orang dewasa terus meningkat.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya