Pasukan khusus ini dipimpin langsung oleh Sanjaya, sedangkan pasukan Sunda dipimpin oleh Patih Anggada. Serangan dilakukan malam hari dengan diam - diam dan mendadak membuat seluruh keluarga Purbasora gugur.
Namun ada segelintir orang yang berhasil lolos dari serangan itu, salah satunya patih Galuh yang juga menantu Purbasora bersama segelintir anggota pasukannya. Ia adalah Bimaraksa yang karena kedudukannya merangkap sebagai senapati kerajaan lebih dikenal dengan julukannya Ki Balangantrang.
(Qur'anul Hidayat)