Kala Sersan Kopassus Berani Todongkan Senjata ke Muka Benny Moerdani

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 05 Desember 2022 05:05 WIB
Foto: Kopassus.mil.id.
Share :

Pada 26 November 1956, Sersan Agus Hernoto dan Pasukan Kompi B di yang tidak setuju dengan rencana itu mengamuk di Kompleks Asrama RPKAD di Batujajar, Bandung, mencari Mayor Djaelani. Di tengah pencarian, Sersan Hernoto bertemu dengan Letnan Benny Moerdani yang hendak masuk ke markas tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, karena dia baru kembali dari sakit.

Sersan Hernoto menodongkan senjatanya ke wajah Benny Moerdani menanyakan tujuannya: “Mau kemana?” ujarnya. Keheranan, Benny Moerdani mengatakan ingin masuk ke markas dan kantornya, dan balik bertanya tujuan para prajurit tersebut.

”Ke Pak Djaelani, dia mengkhianati kita semua,” jawab Agus Hernoto.

Mereka kemudian pergi bersama ke sebuah ruangan dimana para perwira yang diduga berkomplot dengan Djaelani ditahan. Para bintara yang marah sudah tidak sabar mengeksekusi para perwiran yang dianggap berkhianat., namun Benny Moerdani segera mencegah mereka sebelum terjadi pertumpahan darah.

”Taruh-taruh itu semua senjatanya. Serahkan semua kepada saya,” kata Benny. Kemudian dia dan Agus Hernoto dan beberapa prajurit Kopassus lainnya menuju SSKAD.

Benny selanjutnya menjelaskan peristiwa yang terjadi di Batujajar kepada Djaelani. Mendapat penjelasan tersebut, Djaelani akhirnya menyerah dan memberikan pistolnya kepada Benny Moerdani.

Setelah peristiwa itu Agus Hernoto dan Benny Moerdani menjalin persahabatan erat yang berlangsung seumur hidup. Bahkan, ketika Agus Hernoto dikeluarkan dari RPKAD oleh Danjen Kopassus Moeng Parhadimoeljo karena cacat sepulang dari operasi pembebasan Papua. Benny lah orang yang menyelamatkan dan mengajaknya bergabung di Opsus binaan Wakil Asisten Intelijen Kostrad Mayjen TNI Ali Moertopo.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya