SKOTLANDIA - Pihak berwenang Skotlandia mengatakan seorang pria Libya yang dituduh membuat bom yang menghancurkan penerbangan Pan Am 103 di atas Lockerbie 34 tahun lalu berada dalam tahanan Amerika Serikat (AS).
Seperti diketahui, AS mengumumkan tuduhan terhadap Abu Agila Masud pada dua tahun lalu dan menyatakan bahwa dia memainkan peran kunci dalam pengeboman pada 21 Desember 1988.
Ledakan di atas pesawat Boeing 747 itu menewaskan 270 orang. Ini adalah insiden teroris paling mematikan yang pernah terjadi di tanah Inggris.
Baca juga: Kisah Pesawat Mendarat Setelah 37 Tahun Hilang, Begini Fakta Sesungguhnya
Semua 259 penumpang dan awak pesawat jumbo jet menuju New York dari London tewas sementara 11 orang lainnya tewas di Lockerbie ketika puing-puing menghancurkan rumah mereka.
Baca juga: Tragedi Meledaknya Pesawat Pan Am, Teror Bom yang Renggut 259 Nyawa
Bulan lalu dilaporkan bahwa Masud telah diculik oleh kelompok milisi di Libya, yang menimbulkan spekulasi bahwa dia akan diserahkan kepada pihak berwenang AS untuk diadili.
Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Masud akan muncul pertama kali di pengadilan federal di Washington.
Sementera itu, pemerintah Inggris langsung memberikan respons.
"Keluarga dari mereka yang tewas dalam pengeboman Lockerbie telah diberitahu bahwa tersangka Abu Agila Mohammad Mas'ud Kheir Al-Marimi ("Mas'ud" atau "Masoud ") berada dalam tahanan AS,” terang seorang juru bicara Crown Office and Procurator Fiscal Service (COPFS).