7. Jainisme (600 SM)
Jainisme adalah agama kuno dari India yang diyakini muncul pada abad ke-6 SM, semasa dengan agama Buddha. Jainisme memiliki kepercayaan yang mirip dengan Hindu dan Buddha.
Penganutnya percaya bahwa kebenaran telah diungkapkan pada waktu yang berbeda oleh tirthankara (nabi), yang telah mencapai tujuan spiritual tertinggi dari keberadaan. Mereka juga percaya bahwa ada 24 tirthankara dan yang terakhir adalah Mahavira, yang dikreditkan sebagai pendiri Jainisme dan juga seorang Buddha kontemporer.
8. Konfusianisme (600 SM)
Konfusianisme sering diakui sebagai agama meskipun tidak dipraktikkan sebagai agama tradisional yang terorganisir. Penganutnya memandang Konfusianisme lebih sebagai sistem filsafat sosial dan etika.
Selama bertahun-tahun, Konfusianisme berpengaruh kuat terhadap kehidupan spiritual dan politik masyarakat China. Bahkan menyebar ke Jepang, Korea, hingga Vietnam.
9. Taoisme
Ini adalah kepercayaan yang didasarkan pada ajaran Tao Te Ching, yang merupakan sebuah buku pendek berisi ajaran Lao Tzu. Kepercayaan ini menekankan pada keharmonisan spiritual kehidupan dalam diri individu.
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua aliran utama dalam agama Taoisme, yakni Taoisme filosofis atau Tao-chia yang cenderung berfokus pada tulisan- tulisan Lao Tzu, Chuang-Tzu, dan mistik awal lainnya. Selain itu juga Taoisme atau Tao-chiao yang menekankan ritual keagamaan dengan tujuan mencapai keabadian.
(RIN)
(Rani Hardjanti)