Dalam rangkaian pertemuan para menteri luar negeri ASEAN ini merupakan pertemuan besar pertama yang dilakukan di bawah keketuaan Indonesia.
"Di dalam pertemuan tadi, Presiden menekankan dua hal. Pertama adalah ASEAN tidak boleh menjadi proxy siapa pun. Di sini Bapak Presiden menekankan pentingnya sentralitas dan kesatuan ASEAN yang perlu terus dijaga. Karena ini adalah modal utama ASEAN," kata Retno.
"Kemudian Bapak Presiden menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi hukum internasional hak asasi manusia sesuai dengan apa yang ada di dalam piagam ASEAN," ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)