JAKARTA - Lala Mutiara Anindita selaku warga Kwitang Kecamatan Senen, Jakarta Pusat mengeluh akses rumahnya terhalang mobil konsumen Bakmi. Bahkan, polemik tersebut berujung viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, pemilik mobil yang diviralkan Lala buka suara. Putri Fatma mengatakan bahwa parkir di lokasi tersebut merupakan arahan dari seorang juru parkir.
"Saya mau parkir mau makan di Bakmi Bedu, parkirnya di mana ya, saya bilang gitu, kan. Terus sama tukang parkirnya diarahin ke tempat tersebut, ke depan rumah orang," ujar Putri kepada MPI, Selasa (7/2/2023).
Kendati demikian, kelakarnya kala itu, justru mendapat penolakan dari si pemilik rumah. Bahkan, si pemilik rumah yakni Lala, meneriaki Putri di balik pintu gerbangnya.
Baca juga: Fakta di Balik Viral Pernikahan Tutup Jalan Utama demi Momen Lepas Balon
"Sebelum saya parkir orang itu sudah teriak teriakin saya, pokoknya sudah ribut-ribut lah, padahal itu saya belum parkir, pas kebetulan ada mobil lewat papasan, jadikan saya minggir dulu, saya minggir," ungkapnya.
"Terus kata tukang parkirnya udah bu ngak apa-apa parkir di sini aja, orang yang punya rumah yang pagar hitam itu sudah mengizinkan, terus orang tersebut ke luar, tolong jangan parkir di sini," sambungnya.
Baca juga: Duh! Polisi Peras Polisi Ternyata Hoaks, Bripka Madih Minta Maaf
Mulanya, kata Putri, akibat rekomendasi tukang parkir Putri tidak menggubris perkataan pemilik rumah. Sebab, mobil yang diparkirnya tidak mengganggu siapa pun, termasuk si pemilik rumah.
"Tadinya saya nggak ladenin, saya nggak ladenin karena saya takut ke pancing, tapi ibu itu videoin saya. terus pas videoin saya dia bilang, bu tolong pindah bu, bu pindah bu. Saya cuma mau makan doang sebentar, terus habis itu saya nggak ladenin, saya langsung pergi aja," paparnya.
Kendati demikian, kepergian Putri justru menimbulkan peristiwa panas kembali. Sebab, Lala datang dengan memvideokan wajah hingga pelat nomor mobil milik Putri.
"Tapi orang itu yang bikin saya marah dia itu memvidiokan pelat mobil saya, makanya saya samperin lagi dia, saya sudah bilang kan saya cuman makan doang, saya nggak lama, saya nggak parkir di sini 1x24 jam, saya paling cuman 30 menit doang saya makan, makan berapa lama sih," tuturnya.
Padahal, kata Putri, seharusnya yang ia marahi haruslah pemilik kedai Bakmi, bukan dirinya. Sebab, dia hanya seorang konsumen yang mengikuti prosedur rumah makan di sana.
"Harusnya kan ngomong dong ke pemilik usaha, diomongin baiknya bagaimana, warga bagaimana dan menurut pelayan di situ, emang orang tersebut emang rese," jelasnya.
"Lalu warga di situ sudah diizinkan mengumpulkan KTP rumah, KTP warga situ, mengizinkan kalau misalnya boleh parkir di depan rumahnya, itu yang saya tahu dan dengar dari pelayanannya," sambung Putri.
Adapun, kata Putri, atas kejadian tersebut dirinya tidak mau membawa kejadian tersebut ke ranah hukum meski sudah mencatut privasinya. Kejadian tersebut, kata Putri, hanya bagian dari hari malang yang tengah menimpa Putri.
"Mungkin saya lagi apes aja divideoin sama orang tersebut. kalau saya sih nggak masalah. sebenarnya kalau mau diperpanjang juga dia sudah menganggu privasi saya gitukan, menshare data pribadi saya dengan nomor polisi saya, sebenarnya saya bisa juga (membawa ke ranah hukum) tapi yaudah buat apa saya juga malas ribet," pungkasnya.
Diketahui, warga sebuah perumahan di Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengeluhkan akses rumahnya yang tertutup oleh para pelanggan sebuah warung bakmi yang sembarangan memarkir kendaraan mereka.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @Aninditamulia, warga bernama Lala Mutiara terlihat cekcok dengan sejumlah warga dan tukang parkir. Lala meminta kendaraan tak lagi diparkir di depan rumahnya.
"Saya minta tolong buat dipindahin aja, masih banyak parkiran lain Bu, ada perda nomor 3 tahun 2020 nggak boleh parkir depan (rumah). Ini nggak bisa Bu, ini ngalangin tolong. Engga boleh parkir depan, nggak bisa Bu parkir," ujarnya dalam video tersebut.
(Fakhrizal Fakhri )