Epidemiolog Sebut Virus Marburg Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Penjelasannya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 16 Februari 2023 02:23 WIB
Epidemolog Dicky Budiman (Foto: Dok Okezone)
Share :

Penyakit Marburg bahkan mampu menyebabkan perdarahan, kegagalan banyak organ sampai kematian. Sekitar hari kelima setelah timbulnya gejala, bisa muncul ruam yang paling menonjol di daerah perut, dada, punggung.

“Tetapi, saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk Marburg. Wabah jarang terjadi, relatif kecil, tetapi sangat fatal, dengan tingkat fatalitas kasus berkisar antara 25 hingga 90 persen,” ujar dia.

Oleh karenanya, Dicky menyarankan pemerintah Indonesia, bahkan dunia untuk memulai menerapkan sebuah pendekatan satu sehat (one health) agar semua tata laksana pencegahan mulai dari pengembangan vaksin, deteksi dini hingga penguatan dalam program kesehatan masyarakat tidak telat untuk diberlakukan meski memerlukan biaya yang tidak murah.

“Apakah ini berpotensi pandemi? Kalau untuk saat ini menurut saya belum, namun pada gilirannya, cepat atau lambat bila strategi pengendalian lemah, vaksin dan obat tidak tersedia, ancaman makin besar untuk dunia,” ujar Dicky.

Sebagai informasi tambahan, Virus Marburg merupakan kelompok filovirus yang sangat menular dan mematikan. Sifatnya mirip dengan virus Ebola dan pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Marburg dan Frankfurt, Jerman, serta Beograd, Serbia. Kejadiannya tepat setelah wabah demam berdarah parah di kalangan pekerja laboratorium saat itu.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya