Ahli Berupaya Ciptakan Pil Kontrasepsi Pria, Masih Diuji ke Tikus

Muhammad Fadli Rizal, Jurnalis
Sabtu 01 April 2023 03:00 WIB
Ilustrasi sperma (Foto Freepik)
Share :

JAKARTA - Para ilmuwan kini tengah berupaya menciptakan pil kontrasepsi pria non-hormonal. Kini para ahli telah menemukan jalur sel atau pengalihan jaringan.

Dengan penemuan itu, jalan untuk menghentikan sperma berenang semakin dekat. Tes pada tikus menunjukkan bahwa pil itu membuat sperma diam selama beberapa jam.

Kondisi itu disebut cukup untuk menghentikan mereka mencapai sel telur yang siap dibuahi. Kendati demikian, para ilmuwan masih membutuhkan lebih banyak tes dan uji coba ke tikus. Sebelum melakukan uji coba ke kelinci sebelum manusia.

 BACA JUGA:

Ide dari pil penghenti sperma itu dibuat untuk pengguna yang akan berhubungan badan dengan pasangan. Pengguna bisa minum pil satu jam sebelum berhubungan seks dan tak lupa mengawasi kapan efek pil akan hilang.

Lalu bagaimana cara kerjanya? berbeda dengan pil kontrasepsi hormonal (Pil KB) untuk perempuan, obat ini tidak melibatkan hormonal apapun. Pil ini juga diupayakan tak akan melumpuhkan testosteron dan tak menghadirkan efek samping.

Dalam studi awal pada tikus, yang didanai oleh US National Institutes of Health dan diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, satu dosis obat, yang disebut TDI-11861, menghentikan sperma sebelum, selama, dan setelah hubungan seksual.

Efeknya berlangsung sekitar tiga jam. Setelah 24 jam, efeknya tampak sudah benar-benar luntur dengan kumpulan sperma berikutnya yang berenang secara normal.

 BACA JUGA:

Salah satu ilmuwan, Dr Melanie Balbach dari Weill Cornell Medicine di New York, mengatakan temuan itu menunjukkan harapan sebagai alat kontrasepsi yang dapat dibalik (reversible) dan mudah digunakan.

"Tapi itu juga merupakan alat yang hebat bagi pria untuk mengontrol kesuburan mereka sendiri karena ada banyak pria di luar sana yang benar-benar tidak tertarik untuk memiliki bayi saat ini. Meskipun pria tidak hamil, mereka juga mungkin menghadapi beberapa konsekuensi," kata Dr Balbach.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya