JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,6 yang mengguncang Tuban, Jawa Timur telah merusak sejumlah rumah warga. Dua rumah rusak berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dua lainnya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pasca-gempa BNPB terus melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk mengetahui kondisi masing-masing daerah. Berikut sejumlah faktanya:
1. Empat Rumah Rusak di Jabar dan Jatim Akibat Gempa M6,6
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan 2 unit rumah rusak di Provinsi Jawa Barat rinciannya 1 rusak berat di Desa Banjar, Kecamatan Banjar dan 1 lainnya rusak ringan di Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Sedangkan di Provinsi Jawa Timur, 2 rumah juga terdampak guncangan gempa. Dua rumah mengalami kerusakan dengan tingkat sedang, masing-masing di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dan lainnya di Desa Panggul, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.
2. Bocah 5 Tahun Meninggal
BPBD Provinsi Bali mengkonfirmasi adanya 1 warga meninggal dunia saat gempa terjadi. Korban meninggal yang berusia 5 tahun di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, diduga terkejut saat guncangan terjadi.
3. Sejumlah Wilayah Merasakan Getaran
Guncangan gempa dirasakan warga Kota Banjar, Jabar, selama 3 hingga 5 detik. Pada wilayah Kabupaten Jember, warga merasakan gempa dengan durasi yang sama, sekitar 3 hingga 5 detik. BPBD melaporkan situasi di tengah masyarakat tidak ada kepanikan.
Di wilayah Kota Surabaya, BPBD menginformasikan guncangan gempa pada intensitas lemah, sekitar 1 hingga 2 detik. Situasi aman terkendali dan tidak ada kepanikan warga.
4. Analisi BMKG Gempa M6,6 Tuban
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indonesia - Australia yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa. Analisis selanjutnya, mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki pergerakan turun atau normal fault.
Dilihat dari parameter MMI (modified Mercalli intensity), gempa bumi berdampak dan dirasakan warga di daerah Kuta dengan skala V MMI. Sedangkan di Karangkates, Trenggalek, Gianyar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Tuban, Garut, Mataram, intensitas yang dirasakan pada skala IV MMI. Di wilayah Pelabuhan Ratu, Labuan, Tabanan, teridentifikasi intensitas pada III MMI.
Semakin tinggi tingkat skala MMI, dampak gempa dapat berpotensi tinggi. BMKG mendeskripsikan V MMI sebagai getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. BMKG melaporkan tidak ada gempa susulan.
(Awaludin)