JAKARTA - Elektabilitas bakal calon presiden Ganjar Pranowo mencapai 42,2 persen berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, memasuki Mei, setelah deklarasi Ganjar oleh PDIP, Gubernur Jawa Tengah itu mulai mengalami kenaikan.
“Dukungan pada calon presiden ini diperkirakan masih akan dinamis, karena sejauh ini masih ada perbedaan tingkat pengenalan publik terhadap calon,” kata Deni dalam rilis survei SMRC di Kanal YouTube SMRC TV, Minggu (7/5/2023).
Dia menuturkan, saat ini Gubernur Jawa Tengah itu baru dikenal 85 persen. “Pada hari-H, dapat diasumsikan bahwa hampir semua pemilih akan tahu kedua tokoh tersebut,” ujarnya.
Deni menjelaskan bahwa pemilih kritis adalah pemilih yang punya akses ke sumber-sumber informasi sosial politik secara lebih baik karena mereka memiliki telepon atau cellphone, sehingga bisa mengakses internet untuk mengetahui dan bersikap terhadap berita-berita sosial-politik.
“Mereka umumnya adalah pemilih kelas menengah bawah ke kelas atas, lebih berpendidikan, dan cenderung tinggal di perkotaan. Mereka juga cenderung lebih bisa memengaruhi opini kelompok pemilih di bawahnya. Total pemilih kritis ini secara nasional diperkirakan 80%,” pungkasnya.