Israel dan Jihad Islam Sepakati Gencatan Senjata di Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 14 Mei 2023 08:20 WIB
Bangunan yang rusak akibat serangan Israel di Gaza. (Foto: Reuters)
Share :

GAZA Israel dan kelompok militan Jihad Islam menyepakati gencatan senjata yang resmi mulai berlaku pada Sabtu, (13/5/2023). Perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Mesir itu diharapkan mengakhiri episode terburuk dari serangan lintas perbatasan sejak 2021.

Saat pertempuran mereda, jalan-jalan di Gaza yang sebagian besar sepi dipenuhi oleh warga Palestina. Beberapa orang bersorak dan membunyikan klakson mobil sementara yang lain menuju ke rumah orang yang terbunuh dalam pertempuran untuk menyampaikan belasungkawa.

"Sehubungan dengan kesepakatan pihak Palestina dan Israel, Mesir mengumumkan gencatan senjata antara pihak Palestina dan Israel telah tercapai," bunyi teks kesepakatan yang dilihat oleh Reuters.

"Kedua belah pihak akan mematuhi gencatan senjata yang mencakup diakhirinya penargetan warga sipil, penghancuran rumah, diakhirinya penargetan individu segera setelah gencatan senjata berlaku,” demikian isi teks kesepakatan tersebut.

Penasihat keamanan nasional Israel berterima kasih kepada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi atas upaya Kairo, demikian pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Tenang akan dibalas dengan tenang dan jika Israel akan diserang atau diancam, Israel akan terus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan diri," kata pernyataan itu.

Jihad Islam juga mengukuhkan kesepakatan tersebut. "Kami menyatakan penerimaan kami atas pengumuman Mesir dan kami akan mematuhinya selama pendudukan (Israel) mematuhinya," kata Juru Bicara Jihad Islam Dawoud Shehab.

Bahkan saat gencatan senjata diselesaikan, kedua belah pihak terus menembak, dengan sirene serangan udara terdengar hingga pinggiran Tel Aviv dan militer Israel mengumumkan telah menghantam target Jihad Islam sebagai tanggapan atas tembakan roket.

Meskipun senang dengan berita gencatan senjata, beberapa warga Gaza, yang lelah dengan gejolak yang berulang-ulang, khawatir akan terjadi pertempuran lagi dalam waktu dekat.

"Kami ingin gencatan senjata berdasarkan prinsip, tidak seperti dulu ketika setelah tenang (gencatan senjata) orang meninggal," kata warga Munir Marouf, 43 tahun.

Israel meluncurkan putaran serangan udara terakhir pada Selasa, (9/5/2023) dini hari, mengumumkan bahwa mereka menargetkan komandan Jihad Islam yang telah merencanakan serangan di Israel.

Sebagai tanggapan, kelompok yang didukung Iran itu menembakkan lebih dari 1.000 roket, mengirim penduduk Israel melarikan diri ke tempat perlindungan bom.

Selama lima hari kampanye, Israel membunuh enam komandan senior Jihad Islam dan menghancurkan sejumlah instalasi militer.

Setidaknya 10 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, juga tewas di Gaza selama pertempuran, dan dua orang - seorang wanita Israel dan seorang buruh Palestina - tewas oleh tembakan roket Palestina di Israel.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya