JAKARTA – Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia. Pancasila memiliki lima sila yang setiap silanya memiliki arti tersendiri.
Salah satu silanya yakni sila keempat yang berbunyi ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’.
Sila ini mengandung beberapa ciri alam pemikiran demokrasi di Indonesia.
Dalam pokok pikiran ketiga dari Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, disebutkan bahwa kedaulatan itu berdasar atas “kerakyatan” dan “permusyawaratan”.
Ini artinya, demokrasi itu hendaknya mengandung ciri kerakyatan (daulat rakyat), dan permusyawaratan (kekeluargaan). Demikian seperti dikutip dari buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang diterbitkan Sekretarian Jenderal MPR RI.
Selain kedua ciri tersebut, demokrasi Indonesia juga mengandung ciri “hikmat-kebijaksanaan”. Hikmat kebijaksanaan merefleksikan orientasi etis, sebagaimana dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945 bahwa susunan Negara RI yang berkedaulatan rakyat itu hendaknya didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan, perikemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan.
BACA SELENGKAPNYA: Hari Lahir Pancasila, Begini Penjelasan Bung Hatta soal Isi Sila Keempat
(Susi Susanti)