Magetan kemudian baru dapat dicapai pada 3 Juli 1742. Di Magetan, terdapat sekitar ratusan orang Tionghoa yang berasal dari "Negeri Awi" (kemungkinan besar yang dimaksud adalah Ngawi). Di samping itu, Bupati Wedana Madiun Martoloyo dan Deputinya Sumowijoyo, bersama sebagian rakyatnya kemudian bergabung dengan Sanan Mataram. Kesetiaan itu dihargai dengan baik sehingga Martoloyo diberi gelar pangeran.
Pada 5 Juli 1742, pukul 7 pagi rombongan berangkat dari Magetan dan setelah menempuh perjalanan selama 9 jam dan melalui jalan sepanjang 25 kilometer, mereka tiba di Madiun pada pukul 4 sore. Tumenggung Surobroto dan penguasa Caruban yang kami sebut tadi (Jayèngrono II) kemudian menghadap raja.
Audiensi ini menghasilkan tawaran Tumenggung Surobroto untuk membawa sang raja ke Ponorogo. Pada Minggu, 8 Juli 1742, pukul 7 pagi, perjalanan rombongan kerajaan berlanjut le Ponorogo.
(Qur'anul Hidayat)