Kala Raden Wijaya Diskusi dengan Gayatri Soal Masa Depan Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 30 Juli 2023 05:47 WIB
Raja Majapahit Raden Wijaya (foto: dok ist)
Share :

RADEN WIJAYA, raja pertama Majapahit dibuat kecewa dengan teman seperjuangan yang berebut hasil kemenangan. Hal ini membuat Raden Wijaya sempat gusar dan berhitung lebih cermat.

Beruntung Raden Wijaya memiliki seorang istri bernama Gayatri. Sosoknya yang muda, cantik, dan visioner menjadikan Gayatri tak cuma sekedar istri, melainkan rekan berdiskusi.

Pernikahan antara Raden Wijaya dan Gayatri betul-betul sempurna dan menjadikan kebahagiaan bagi kehidupan berumah tangga mereka. Pernikahan keduanya dilambangkan Earl Drake pada "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" laksana hubungan antara Siwa dan dewi Hindu Uma, yang melambangkan istri penuh cinta dan pengorbanan.

Meski usia keduanya terpaut jauh, begitu cepat jiwa dan raga mereka menyatu, seolah membentuk kesatuan yang nyaris sempurna. Keduanya berasal dari kelas ningrat yang sama dan dari daerah yang sama.

Mereka memiliki selera keindahan yang sama, iman, dan cita-cita kebangsaan yang sama kuatnya. Postur Raden Wijaya lebih tinggi, lebih tegap, lebih langsing, dan lebih gesit daripada Gayatri, meskipun otak mereka sama encernya.

Dibanding Gayatri, Raden Wijaya pun lebih praktis bertindak dalam segala situasi-namun ia menghargai watak Gayatri, termasuk kecerdasan, kemampuan reflektifnya, kecintaannya akan ilmu, minatnya mempelajari berbagai bidang, serta kemampuannya mengungkapkan semua itu. Mereka saling melengkapi, laksana sebuah tim yang kompak. Nyaris semua urusan mereka diskusikan bersama.

Topik bahasan kesukaan mereka adalah bagaimana mengejar capaian-capaian baru untuk negeri. Topik besar yang pertama dibicarakan biasanya adalah cara memusatkan kembali prioritas - prioritas dalam negeri

Dari prioritas pertahanan sang ayah, yang dulu disibukkan oleh ancaman Khublai Khan, ke prioritas penyembuhan sisa-sisa luka yang disebabkan konflik internal antara Singasari dan Kediri. Pendeknya, mereka harus mempersatukan bangsa baru mereka, menyejahterakan rakyat, dan memulihkan hubungan-hubungan kebudayaan dan ekonomi dengan negeri - negeri jiran yang penting, seperti India dan Cina.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya