Kerajaan Majapahit Bergejolak Usai Raja Raden Wijaya Mangkat

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 13 Oktober 2023 11:40 WIB
Raja Majapahit, Raden Wijaya (foto: dok wikipedia)
Share :

Pergantian tahta di Majapahit ini merupakan puncak gunung es dari pergulatan politik antar wangsa pada waktu itu. Kuatnya kedudukan Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari yang merupakan putri sulung Raja Kertanegara maupun keturunannya untuk menjadi Rani Majapahit, atau mewakili putranya yang merupakan hasil pernikahan dengan raja Kertarajasa Jayawardhana.

Legitimasi kuat begitu terlihat di awal masa pemerintahan Raden Wijaya, tak heran jika akhirnya kian memperkuat legitimasinya dengan menikahi empat putri raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari. Raden Wijaya berusaha memperkuat kekuatan politiknya dan menahbiskan Wangsa Rajasa, mengalahkan Wangsa Sinelir.

Konon pertentangan antara dua wangsa ini telah berlangsung lama dan terkadang diwarnai insiden berdarah, sehingga kedua belah pihak saling memperkuat kedudukannya masing-masing. Pertentangan politik antar wangsa ini membuat pergantian tahta Majapahit memanas dan diwarnai peperangan yang memakan korban jiwa.

Hal ini dikarenakan ibu Jayanagara yakni Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari juga merupakan bekas istri Nararya Ardharaja, yang merupakan saingan berat Raden Wijaya maupun trah Wangsa Rajasa. Sebab itulah pelantikan Jayanagara sebagai raja Majapahit mendapat pertentangan dari berbagai pihak, meski berstatus putra dari Raden Wijaya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya