Dia menjelaskan STC Papua 2023 tidak hanya menjadi bagian dari mempromosikan berbagai potensi daerah, namun juga berdampak pada hadirnya sejumlah kebijakan program Pembangunan masuk di daerah.
“Adanya program peningkatan jalan di Biak, pembangunan kampung nelayan maju di Samber, dan sejumlah infrastruktur serta program lainnya. Event STC menjadi salah satu bagian dari membuka peluang emas untuk mengejar percepatan pembangunan di Biak Numfor,” tuturnya.
Dia menambahkan STC telah membuka peluang dan menjadi jembatan emas untuk mempromosikan Biak, kita harus lakukan komunikasi dan diplomasi untuk menggaet program bisa masuk ke Biak, dan apa yang dibuat saat ini untuk kemajuan kabupaten yang kita cintai dan banggakan ini.
Sementara itu, masih dalam wawancara pada program Ruang iNews yang ditayangkan live di iNews beberapa waktu lalu, Bupati Biak Numfor, Papua, Herry Ario Naap menekankan bahwa Biak Numfor merupakan pintu Indonesia di kawasan Pasifik. “Tak hanya potensi pariwisata, Biak Numfor memiliki potensi maritim. Kami punya yellowfin tuna yang bernilai ekonomi tinggi, dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP 717), Biak Numfor memiliki potensi tuna 1,1 juta ton per tahun. Ketika kita mampu mengekspor 600-800 ribu ton per tahun akan menghasilkan devisa bagi negara atau BNPB Rp17,5 triliun,” ucapnya.
Selain Biak Numfor, keunggulan potensi maritim juga terdapat di Yapem yaitu mempunyai ikan barramundi, Waropen punya kepiting dan udang tiger dan Sarmi punya ikan tenggiri atau udang vaname. “Jika semua ini bisa kita ekspor semua dari Papua akan menjadi peningkatan ekonomi yang luar biasa dan berdampak pada ekonomi daerah. Selain itu meningkatkan UMKM di Biak Papua,” tuturnya.
Biak Numfor Jadi Beranda Indonesia di Kawasan Pasifik
Bupati Herry menjelaskan persiapan infrastruktur Biak Numfor yang telah dibangun Pemerintah Daerah dan Kementerian PUPR untuk menyukseskan puncak Sail Teluk Cenderawasih sudah 100 persen.