Kisah Penghancuran Pasukan Mongol oleh Raden Wijaya, Diajak Pesta Sebelum Dihabisi

Nanda Aria, Jurnalis
Selasa 28 November 2023 06:12 WIB
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Share :

 

JAKARTA - Seruan Khubilai Khan untuk mengakui kekuasaannya ditolak mentah-mentah oleh Raja Singasari, Kertanegara. Utusannya bahkan dipotong telinganya oleh Kertanegara.

Hal ini membuat Kekaisaran Mongol murka. Mereka pun menyiapka pasukan untuk menyerang Singasari. Merka sampai ke Majapahit pada 1 Maret 1293. Sebelumnya, mereka mendarat di Tuban, mendirikan perkemahan di tepi Sungai Brantas.

 BACA JUGA:

Namun peta perpolitikan di tanah Jawa telah berubah. Raja Kertanegara telah tewas dibunuh oleh Raja Jayakatwang dari Kediri. Hal tersebut tidak diketahui oleh Jenderal Ike Mese, utusan Mongol.

Kedatangan Pasukan Mongol diketahui oleh Raden Wijaya yang telah bermukim di kawasan hutan Tarik, dekat Muara Kali Brantas. Menantu Kertanegara ini pun berencana mengajak pasukan Mongol untuk bekerjasama membalaskan dendamnya menhancurkan Kediri.

Raden Wijaya dengan didampingi oleh Aryawiraraja, penguasa Sumenep menemui Jenderal Ike Mese. Mereka menyakinkan Jenderal Ike Mese akan ikut berperang. Raden Wijaya menawarkan bantuan dengan iming-iming harta rampasan perang dan putri-putri Jawa yang cantik

Bergabunglah dua kekuatan yaitu pasukan Tar Tar di bawah Pimpinan Jenderal Ike Mese dan pasukan Raden Wijaya, menyerang Kerajaan Kediri.

Pada 20 Maret 1293, tentara gabungan Raden Wijaya dan Mongol mengepung Jayakatwang. Mereka kocar-kacir dan terjun ke Sungai Brantas. Lebih dari 5.000 pasukan mati terbunuh. Jayakatwang mundur ke istana bersama pengikutnya. Sorenya, Jayakatwang menyerah.

Setelah kekalahan Kediri, Jendral Shih Pi meminta janji putri-putri Jawa tersebut. Namun dengan kecerdikan Adipati Arya Wiraraja, utusan Mongol di bawah pimpinan Jendral Kau Tsing diminta menjemput para putri tersebut di Desa Majapahit tanpa membawa senjata.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya