Sejarah Kebon Kacang, Penduduknya Disuruh Garap Tanah Kosong oleh Pemerintah Jepang

Winda Rahmadita, Jurnalis
Kamis 28 Desember 2023 15:32 WIB
Kebon Kacang (foto: dok wikipedia)
Share :

JAKARTA - Nama daerah di Indonesia yang memiliki sejarah dan asal usul yang menarik salah satunya adalah Kebon Kacang, sebuah kelurahan di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Beberapa orang mungkin akan mengira bahwa Kelurahan Kebon Kacang berasal dari wilayah yang dipenuhi kebun kacang di sekitarnya. Lalu, bagaimana dengan kebenarannya? Inilah sejarah dan asal usul Kebon Kacang yang menarik untuk diketahui.

Sejarah dan Asal Usul Kebon Kacang

 

Pada tahun 1930-an, Kebon Kacang adalah sebuah daerah yang terletak di pinggiran Batavia (Jakarta). Mungkin sudah banyak yang menebaknya, ternyata asal usul nama Kebon Kacang didasarkan dari banyaknya kebun kacang yang memenuhi wilayah yang belum banyak dihuni penduduk tersebut.

Memasuki tahun 1942, terutama selama masa pendudukan Jepang, terjadi perubahan pada gaya hidup penduduk kampung Kebon Kacang. Hal tersebut bermula ketika Pemerintah Jepang mengharuskan penduduk untuk bekerja sama untuk menggarap semua tanah kosong melalui tonarigumi dan kumicho-kumicho.

Di masa tersebut, banyak penduduknya yang merasakan kesulitan dalam melaksanakan pekerjaannya, terutama untuk memperoleh makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Masyarakat Kebon Kacang kemudian diperintahkan untuk menanam sayuran dan buah jarak untuk meningkatkan hasil pertanian secara kolektif tanpa memperhatikan kepemilikan tanah dari individu tertentu.

Tak hanya tanah, berbagai kebun atau taman juga dianjurkan oleh pemerintahan pendudukan Jepang untuk digunakan sebagai keperluan penanaman. Para masyarakat diperbolehkan untuk mendirikan gubuk di kebun-kebun tersebut sebagai tempat untuk menyimpan hasil tanaman.

Untuk mengatasi masa sulit mereka, penduduk Kebon Kacang mengambil air dari sungai untuk keperluan minum dan masak serta menggunakan semak belukar yang berada di sekitar kebun sebagai sumber bahan bakar mereka.

Untuk makan, mereka memperoleh pangan dari hasil tangkapan ikan dan tanaman yang mereka tanam sendiri. Seiring berjalannya waktu, bangunan awal berupa gubuk perlahan berkembang menjadi rumah-rumah sederhana.

Mereka menggunakan rumpun bambu dan pohon kelapa sebagai bahan bangunan utama, dan wilayah ini pun terus mengalami perkembangan dengan berdirinya berbagai rumah hingga setelah Indonesia berhasil merdeka, kehidupan Kebon Kacang kembali normal semula.

 

Perkembangan Kebon Kacang

Pada masa jabatan Gubernur Ali Sadikin, Kampung Kebon Kacang mengalami perubahan pesat menjadi wilayah permukiman dan perkantoran yang modern yang terjadi sejak tahun 1965-1981, yang kerap disebut sebagai masa pembangunan, melihat banyaknya pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Hingga kini, Kebon Kacang telah menjadi salah satu pusat perkantoran dan perdagangan di Jakarta yang menyimpan sejarah dan asal usul menarik, menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta sejak masa penjajahan di masa lampau.

Wilayah ini telah mengalami perubahan pesat dari wilayah pinggiran yang dipenuhi dengan kebun kacang, hingga menjadi pusat kuliner yang memiliki berbagai restoran yang menyajikan berbagai hidangan baik tradisional hingga hidangan internasional.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya