JAKARTA- Ternyata inilah sosok pelukis sketsa Pangeran Diponegoro yang bukan orang Indonesia. Melainkan seorang seniman asal Prancis bernama Adrianus Johannes Jan Bik.
Bagi masyarakat Indonesia, sketsa Pangeran Diponegoro menjadi lukisan yang bernilai sejarah tinggi.
Seorang pria bersorban putih dengan tatapan tajam dan keris yang disarungkan menjadi bukti perlawanan masyarakat pribumi atas penjajahan Belanda pun akhirnya terlihat.Lantas siapa sosok pelukis sketsa Pangeran Diponegoro?
Ternyata inilah sosok pelukis sketsa Pangeran Diponegoro yang bukan orang Indonesia adalah Adrianus Johannes Jan Bik. Dia seorang seniman kelahiran Dunkirk, Prancis, 13 Januari 1790. Ia mengawali karir seninya sebagai seorang pelukis piring porselen di Eropa.
Pada sekitar tahun 1821, Jan Bik mencoba peruntungan dengan merantau ke Hindia-Belanda bersama dengan adiknya, yakni Jannus Theodorus. Di Hindia, dirinya kemudian dijadikan seorang hakim kota di wilayah Batavia.
Pada saat yang bersamaan, Pangeran Diponegoro yang kala itu baru saja ditipu dan ditangkap oleh pasukan Belanda juga tengah ditahan di balai kota di Batavia.
Sebagai hakim kota di Batavia, Jan Bik bertugas untuk mengawasi Pangeran Diponegoro. Di sela-sela pengawasannya, Jan Bik melukis sang pangeran di kamar tahanannya sebelum ia diasingkan ke Sulawesi dengan sangat cepat dan detail.
Jan Bik lupa, bahwa yang ia lukis adalah seorang pahlawan Indonesia yang bagi pemerintah Hindia-Belanda, Pangeran Diponegoro adalah seorang pemberontak dan tahanan kelas kakap. Alih-alih menggambarkannya sebagai sosok yang buruk, Jan Bik justru melukis Pangeran Diponegoro secara teliti dan apa adanya.
Hasilnya, jadilah sebuah sketsa Pangeran Diponegoro yang menampilkan sang pangeran sebagai sosok seorang panglima perang dan juga ulama. Terlihat jelas dalam sketsa itu jika Pangeran Diponegoro adalah sosok pemimpin yang adil dan bijaksana.
Beberapa waktu setelah Jan Bik menyelesaikan lukisannya, Pangeran Diponegoro kemudian dibawa ke Sulawesi. Lebih tepatnya ke Kota Manado untuk diasingkan. Setelah itu, dirinya dibawa ke Makassar dan berada di Benteng Rotterdam hingga meninggal pada tahun 1855.
Di sisi lain, sepeninggal Pangeran Diponegoro, Jan Bik terus menjadi hakim hingga tahun 1839. Dirinya kemudian beralih profesi menjadi seorang pebisnis. Pada tahun 1847, dirinya memutuskan untuk Belanda dan menetap di Amsterdam hingga meninggal pada 1872.
Lukisan Pangeran Diponegoro buatannya itu kemudian diberikan kepada Rijksmuseum, Belanda oleh keponakannya. Dan tanpa disangka, lukisan sketsa Pangeran Diponegoro buatan Jan Bik ini menjadi bukti sejarah perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan ada di seluruh buku pelajaran sejarah.
(Rina Anggraeni)