Pesan Terakhir Istri di Malang yang Diduga Tewas Diracuni Suaminya

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2024 06:14 WIB
Rumah korban yang diduga diracuni suami (foto: dok MPI/Avirista)
Share :

MALANG - Suami di Malang diduga tega meracuni istrinya sendiri hingga tewas. Pelaku diketahui berinisial DMM (40), sedangkan korban sekaligus istrinya sendiri yakni DS (40). Pasangan suami istri (Pasutri) ini tinggal pada sebuah rumah di Perumahan Bumi Mondoroko Raya Blok G01 Nomor 32 RT 4 RW 15, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Ali Mashudi, Ketua RT setempat menyebut, bila ia mendapat laporan adanya warganya diduga diracun suaminya dari tetangga korban. Kemudian ia yang tengah bekerja langsung pulang dan melihat korban atas nama DS, telah di mobil untuk dibawa ke rumah sakit.

"Saya ketua RT ditelpon Bu Yayan dibilangnya keracunan, saya pulang, setelah itu jam 11 saya lihat sudah siap, dibawa ke puskesmas ditolak, terus langsung ke UGD rumah sakit, saat itu kondisi masih sadar," ujar Ali Mashudi, Kamis 25 Januari 2024.

Pada kondisi sekarat, Ali langsung mengambil keputusan mengendarai mobil itu untuk dibawa ke rumah sakit. Saat perjalanan dari rumah ke rumah sakit itu beberapa kali DS, korban sempat muntah beberapa kali. Alhasil ia bersama dengan Wakil Ketua RT 4 dan satu tetangganya menyiapkan kantong plastik.

"Posisi saya itu yang nyetir kendaraan di depan. Saya lihat itu kondisinya (korban) lemas, beliau ini tertidur terus, muntah kita sediakan kantong kresek," kata dia.

Tapi ia tak mencium bau-bau aroma dari cairan pembersih lantai di muntahannya korban. Bahkan saat perjalanan itu, korban sempat berkata ingin dibawa ke Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Tapi karena lokasinya yang jauh membuat Ali memutuskan membawa korban ke RS Marsudi Waluyo, rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.

"Pak Edi ini tanya dibawa kemana Pak Ali, terus saya jawab kalau terdekat RS Marsudi Waluyo, almarhum nyaut (berbicara) dari belakang bawa ke RS Muhammadiyah (RS UMM). Saya sampaikan RS Muhammadiyah jauh, kondisinya ibu lemas saya bilang, cari rumah sakit terdekat saja Marsudi Waluyo. Rumah sakit sama saja, yang penting dapat penanganan pertama, setelah itu minta dirujuk nggak apa-apa," paparnya.

Tapi sejauh yang Ali rasakan dan dengar, korban DS ini tak banyak mengeluhkan kondisinya meski sudah sekarat. Permintaan terakhirnya hanya dibawa ke RS UMM.

"Nggak ada (keluhan lain dan pesan terakhirnya), cuma minta ke RS Muhammadiyah saja," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa dugaan pembunuhan dilakukan oleh DMM ke istrinya DS. Peristiwa ini terjadi pada Rabu kemarin ketika terduga pelaku meminumkan racun berupa cairan pembersih lantai hingga sang istri sekarat.

DS, sempat dilarikan tetangga ke Rumah Sakit (RS) Marsudi Waluyo, Karanglo, Singosari, untuk menjalani perawatan pada Rabu siang (24/1/2024) sekitar pukul 13.00 WIB. Tapi korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu malam pada pukul 20.00 WIB.

Polisi sendiri baru menerima informasi sekitar pukul 01.00 WIB Kamis dini hari. Laporan itu lantas ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan hingga ditemukan fakta bahwa korban DS telah dibawa suaminya ke rumah keluarga di kawasan Jalan Veteran, Kota Malang. Akhirnya jenazah DS dibawa polisi ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya