AS Setujui Serangan Balasan Targetkan Iran di Suriah dan Irak Usai Serangan Drone di Yordania

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 02 Februari 2024 06:48 WIB
AS setujui serang Iran di Suriah dan Irak (Foto: AFP)
Share :

NEW YORKAmerika Serikat (AS) telah menyetujui rencana serangkaian serangan terhadap sasaran Iran di Suriah dan Irak.

Para pejabat mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News, serangan tersebut akan berlangsung selama beberapa hari dan kondisi cuaca kemungkinan besar akan menentukan kapan serangan tersebut akan diluncurkan.

Para pejabat tidak memberikan batas waktu pasti mengenai potensi serangan tersebut. Mereka mengatakan militer AS bisa meluncurkannya dalam cuaca buruk, namun lebih memilih untuk memiliki visibilitas yang lebih baik untuk mengurangi risiko mengenai warga sipil secara tidak sengaja.

Hal ini terjadi setelah serangan pesawat tak berawak menewaskan tiga tentara AS di Yordania, dekat perbatasan Suriah, pada Minggu (28/1/2024).

AS menyalahkan kelompok milisi yang didukung Iran atas serangan itu.

Kelompok tersebut, Perlawanan Islam di Irak, diyakini terdiri dari banyak milisi yang dipersenjatai, didanai dan dilatih oleh pasukan Garda Revolusi Iran. Mereka mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan pada Minggu (28/1/2024) itu.

Serangan itu menewaskan 3 orang dan melukai 41 tentara AS lainnya di pangkalan militer, yang dikenal sebagai Tower 22 di Yordania. Empat pejabat AS yang dikutip oleh Reuters mengatakan bahwa intelijen AS yakin bahwa drone yang digunakan untuk menyerang fasilitas tersebut diproduksi oleh Iran. Namun Iran membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Pada konferensi pers yang digelar Kamis (1/2/2024), Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan AS tidak akan mentolerir serangan terhadap pasukan Amerika.

“Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela Amerika Serikat, kepentingan kami, dan rakyat kami,” katanya.

“Kami akan merespons di mana pun kami memilih, kapan kami memilih, dan bagaimana kami memilih,” lanjutnya.

Presiden Joe Biden mendapat tekanan yang meningkat dari anggota parlemen Partai Republik, termasuk beberapa tokoh Washington yang paling keras terhadap Iran, untuk menyerang sasaran di wilayah Iran.

Meskipun AS telah berulang kali berjanji untuk menanggapi serangan pesawat tak berawak itu, Biden dan pejabat pertahanan lainnya mengatakan Washington tidak menginginkan perang yang lebih luas dengan Iran atau peningkatan ketegangan di kawasan.

“Bukan itu yang saya cari,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih awal pekan ini.

Rencana yang disetujui tampaknya tetap menargetkan Iran di Suriah dan Irak, bukan di Iran.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya