Peneliti PPPI Berikan Catatan Ini untuk Pemerintahan Selanjutnya

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Minggu 21 April 2024 21:58 WIB
Share :

JAKARTA - Peneliti PPPI sekaligus Dosen Univ. Paramadina, M Ikhsan menyebutkan, terdapat dua catatan yang harus diperhatikan oleh pemerintahan Indonesia selanjutnya, yakni dari sisi domestik dan sisi internasional. Pasalnya, dua hal itu bakal menjadi tantangan yang harus bisa dihadapi oleh pemerintahan berikutnya.

"Dari sisi domestik, sudah jelas Presiden Prabowo (Subianto) yang akan dilantik bulan Oktober tahun ini akan melanjutkan apa-apa yang sudah dikerjakan presiden sebelumnya karena dia selalu mengutaran hal itu dalam sesi kampanyenya. Disisi lain kita lihat Makan Siang Gratis itu inovasi baru, kita tunggu," ujarnya dalam diskusi publik bertema Masa Depan Demokrasi Indonesia di Masa Kepemimpinan Baru melalui akun Youtube LP3ES, Minggu (21/4/2024).

Menurutnya, dari sisi praktikal ekonominya sebenarnya bagaimana kemampuan keuangan negara, yang mana diketahui saat ini dengan adanya IKN dan beban hutan yang diwariskan dari era Joko Widodo cukup besar, tentu pemerintah akan menghadapi dilema. Pasti pemerintah tak akan secara gegabah, mengingat nilai tukar rupiah sudah melemah melewati Rp16 ribu, mungkin positif buat eksporter tapi pemerintah juga harus berhati-hati dalam mendesain kerangka makro ekonomi untuk APBN 2025.

"Jadi dari sisi demestiknya sebenarnya secara ekonomi kepemimpinan nasional baru ini akan menghadapi tantangan, tidak mudah. Ibaratnya ketika kampanye mereka bisa membuat banyak hal, membuat puisi, membuat yang baik-baik, ketika memerintah tentu akan menghadapi dengan fakta-fakta yang sulit, pilihan yang sulit," tuturnya.

Dia menerangkan, berkaitan sisi internasional, baru sekali ini kawasan Asia Pasific, terutama Asia Tenggara menjadi kawasan penuh dengan ketidakpastian. Ada persaingan geopolitik antara Amerika dan China, Ukraina dan Rusia, kemungkinan juga tahun mendatang ketegangan antara US dan China akan mencapai puncaknya.

Dia mengungkap, analisis Security menyebutkan tahun 2027 China akan punya kemampuan maksimum tuk menganeksasi Taiwan dan itu ketegangan yang pasti akan merembet ke kawasan Asia Tenggara, dalam hal ini juga Indonesia. Kiprahnya sabagai tradisional leader di Asean, tahun lalu sudah menjadi Ketua Asean dan tahun ini akan dilihat bagaimana sikapnya Indonesia terhadap China dan Taiwan.

"Dalam hal ini, tentu kita masih berpegang dengan One China Policy, tapi di sisi lain kehadiran Amerika di kawasan baik sacara security maupun pengaruh, influence, ini menjadi tantangan buat pemimpin nasional baru, jadi penuh dengan ketidakpastian," katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya