JAKARTA - Literasi media dan etika merupakan hal penting dalam perkembangan digitalisasi saat ini. Dosen Jurusan Komunikasi dan Desain, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan mengingatkan pentingnya hal tersebut khususnya dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, kepada usia siswa/siswi di SMK Negeri 5, Tangerang Selatan.
Terkait hal ini, digelar kegiatan bertema “Sosialisasi dan Edukasi Konstruksi Realitas Media Sosial: Antara Media Maya dengan Dunia Empiris di SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan”. Kegiatan ini menyasar siswa yang sedang menekuni maupun yang baru mulai menekuni profesi-profesi seperti wartawan, content creator atau influencer.
Siswa tak hanya dilatih menciptakan konten yang menarik, informatif, bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tapi, siswa juga ditanamkan kejujuran dan etika dalam industri dengan persaingan yang sangat ketat ini.
“Persoalan kejujuran dan etika dituntut dalam semua profesi, termasuk dunia jurnalistik, dan content creator atau influencer," ujar Kaprodi Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang, Katry Anggraini, dikutip Kamis (30/4/2026).
Ia pun mengingatkan agar tak semata-mata menjual cerita bohong demi mendapatkan engagement.
"Kita tidak boleh menjual kebohongan dan cerita-cerita sensasional yang tidak jujur untuk mendapatkan engagement tinggi sebagai upaya meningkatkan memberikan motivasi untuk terus berkarya di media digital dengan berkesadaran pendapatan dari monetasi yang tinggi di media sosial," tuturnya.
Dalam paparan konten-konten dari internet, hampir semua kegiatan cenderung menggunakan internet (internet of things) dalam kehidupan digital. Kelompok Gen Z, yakni mereka yang berusia 14-29 tahun mengaku umumnya mendapatkan sisi positif dengan tercipta luas profesi-profesi baru.
Namun, ada pula tantangan bagi mereka dalam membuat konten yang tepat dan sesuai dengan yang disukai atau dibutuhkan masyarakat.
(Erha Aprili Ramadhoni)