JAKARTA - Pihak Istana memastikan dalam waktu dekat akan menyampaikan update terkait lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil).
Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu (28/6/2026).
“Hari ini acaranya Konvensi Sains Teknologi Industri, ya. Nanti waktunya, pada waktunya nanti akan kita sampaikan,” kata Prasetyo saat ditanya awak media.
Sebelumnya, Prasetyo juga telah menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memonitor meninggalnya peserta SPPI calon manajer Kopdes. “(Presiden) monitor semua dong,” kata Prasetyo di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).
Dia mengungkapkan, Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes tersebut.
Prasetyo mengatakan, evaluasi latsarmil juga akan dilakukan bila ditemukan kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut.