Perjalanan menuju gelar Sarjana Hukum bukan tanpa rintangan. Setiap hari, Rudi harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai jurnalis, tanggung jawab terhadap keluarga, dan aktivitas perkuliahan yang menuntut konsistensi tinggi. Selain itu, tantangan ekonomi juga harus dihadapi karena biaya pendidikan berjalan beriringan dengan kebutuhan rumah tangga. "Saya bekerja, kuliah, dan tetap mengurus keluarga. Kondisi ekonomi memang menjadi tantangan, tetapi saya berusaha konsisten. Tugas selalu saya kerjakan tepat waktu dan saya tidak pernah meninggalkan perkuliahan," katanya.
Kedisiplinan menjadi kebiasaan yang terus dijaga selama menempuh pendidikan. Kehadirannya hampir tidak pernah absen, bahkan ia sering tiba di ruang kuliah lebih awal dibandingkan dosen. Kebiasaan sederhana itu kemudian menjadi fondasi yang memperkuat prestasi akademiknya hingga akhir masa studi. Berkat ketekunan tersebut, berbagai mata kuliah yang dianggap sulit tetap mampu diselesaikan dengan hasil memuaskan.
Rudi mengaku memperoleh bekal ilmu yang sangat luas selama belajar di Fakultas Hukum UBP Karawang. Pemahaman mengenai hukum pidana, hukum perdata, hukum Islam, hukum dagang, hingga hukum internasional dinilainya menjadi modal penting dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah membimbingnya selama kuliah.
"Saya yang awalnya tidak memahami banyak tentang hukum, kini memiliki bekal ilmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih kepada seluruh dosen UBP Karawang yang telah memberikan ilmu dengan penuh dedikasi," ungkapnya.
Keberhasilan tersebut juga tidak membuatnya berhenti belajar. Rudi justru telah menyiapkan target berikutnya dengan melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Menurutnya, pemahaman hukum akan memperkaya perspektif dalam mengulas berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik sebagai seorang jurnalis.