Sementara itu, luas lahan yang terindikasi terbakar di Kalimantan Barat hingga 19 Agustus 2026 diperkirakan mencapai 38.310 hektare.
"Luas indikatif lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Barat per 19 Agustus tercatat 38.310 hektare," ucapnya.
BNPB juga mencatat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.
Berton mengatakan BMKG memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 23-29 Agustus 2026.
Namun, potensi terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai selama periode tersebut.
"BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026. Namun, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026," pungkasnya.
(Awaludin)