KATHMANDU — Banjir dahsyat di dekat perbatasan dengan China telah menewaskan setidaknya 734 orang di Nepal dan menyebabkan 2.498 orang lainnya hilang, demikian pernyataan otoritas penanggulangan bencana setempat pada hari Minggu (30/8/2026), saat upaya penyelamatan memasuki hari kelima.
Sebelumnya, media pemerintah China telah mengonfirmasi 16 orang tewas di Tibet dan 546 orang hilang akibat bencana yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) tersebut.
Angka tersebut menjadikan total korban tewas mencapai 750 orang dan 3.044 orang hilang.
Jumlah orang hilang di Nepal meningkat dari angka 2.426 yang tercatat dalam pembaruan data terakhir pada Sabtu (29/8/2026) malam.
Daftar tersebut mencakup 589 warga negara asing, meningkat dari 517 orang yang sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi.
Menurut Otoritas Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nasional, daftar itu juga mencakup 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air di sepanjang sungai yang diterjang arus deras tersebut.
Otoritas bencana menyatakan bahwa tim penyelamat telah mengevakuasi total 8.186 orang, termasuk 227 warga negara asing.
Di India, pihak berwenang mengatakan mereka telah menemukan tujuh jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari Nepal. Jenazah-jenazah tersebut diduga merupakan korban banjir. Namun, jumlah ini tidak termasuk dalam data korban tersebut.
(Rahman Asmardika)