Salah satu pesan utama Prabowo adalah pentingnya melihat kawasan Pasifik bukan sebagai pemisah geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan Rusia.
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ujar Prabowo.
Kunjungan Prabowo ke Vladivostok sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Rusia sebagai mitra strategis, terutama dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan konektivitas. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian agenda tersebut, Presiden Prabowo bersama rombongan langsung kembali ke Indonesia.
Turut mendampingi Prabowo dalam penerbangan menuju Tanah Air, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
(Awaludin)