Warga juga diimbau membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya agar partikel tidak kembali beterbangan dan terhirup. Selain itu, tempat penyimpanan air dan makanan perlu ditutup untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.
BPBD DKI juga meminta masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang semakin parah. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112.
Marulitua turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara diminta merujuk pada sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.
"Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada," tuturnya.
(Rahman Asmardika)