Disebutkan pula bahwa tiga penyelidik nasional dari kementerian telah dikirim ke Manisa.
Dua insiden penembakan mematikan di sekolah pada April memicu kemarahan publik di Turki dan berujung pada penerapan langkah-langkah keamanan baru untuk tahun ajaran 2026–2027, termasuk pengendalian senjata api yang lebih ketat.
Sebelum peristiwa tersebut, negara itu tidak memiliki riwayat insiden penembakan di sekolah.
Dalam sebuah serangan di Kahramanmaraş, seorang remaja berusia 14 tahun menewaskan sembilan siswa yang berusia 10 dan 11 tahun, serta seorang guru. Pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian.
(Rahman Asmardika)