JAKARTA - Empat tentara El Salvador dilaporkan hilang di Haiti setelah kendaraan lapis baja yang mereka tumpangi disergap kelompok bersenjata. Upaya militer untuk menjangkau para prajurit tersebut melalui jalur darat dan udara terkendala pertempuran yang masih berlangsung.
Dikutip dari The New York Times, Rabu (21/10/2026), keempat tentara itu merupakan teknisi angkatan udara yang tergabung dalam satuan tugas Libertad II. Mereka dilaporkan sedang kembali ke kamp setelah berbelanja di Santo, sebuah komunitas dekat Croix-des-Bouquets yang berada di bawah kendali geng Chien Méchant, yang berarti “Anjing Ganas”.
Menurut pernyataan militer El Salvador, kelompok bersenjata menyerang mereka menggunakan senjata api dan bahan peledak hingga memicu baku tembak sengit.
Militer El Salvador kemudian mengerahkan helikopter untuk memberikan dukungan dan memaksa kelompok bersenjata mundur. Namun, helikopter yang dikerahkan juga mendapat serangan dan terkena tembakan.
Pihak militer menyatakan telah berkoordinasi dengan kontingen internasional lainnya yang bertugas di Haiti. Kendati demikian, sejumlah upaya untuk mencapai lokasi para prajurit melalui jalur darat maupun udara belum berhasil dilakukan akibat bentrokan yang berlanjut dan situasi keamanan yang tidak kondusif.
The New York Times menggambarkan lokasi tempat keempat tentara itu berbelanja sebagai zona merah yang berbahaya. Personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diplomat disebut tidak diperbolehkan memasuki wilayah tersebut tanpa kendaraan lapis baja dan persenjataan.
Hingga kini, belum diketahui alasan keempat tentara tersebut berada di kawasan itu saat insiden terjadi.
Selain geng Chien Méchant, kelompok 400 Mawozo yang dikenal terlibat dalam berbagai kasus penculikan juga beroperasi di wilayah tersebut. Namun, militer El Salvador tidak menyebutkan secara spesifik kelompok yang bertanggung jawab atas penyergapan itu.
Pasukan internasional yang bertugas di Haiti memiliki lebih dari 2.000 personel dari sejumlah negara, termasuk Chad, El Salvador, Guatemala, Jamaika, Mongolia, dan Sri Lanka. Kontingen El Salvador sendiri mengoperasikan unit helikopter yang terutama digunakan untuk mendukung transportasi dan kebutuhan logistik.
Militer El Salvador menyatakan satuan tugasnya terus bekerja sama dengan komando Pasukan Penindasan Geng internasional dan kontingen negara lain untuk menjalin kontak dengan keempat prajurit tersebut serta memastikan keberadaan mereka.
Upaya pencarian masih terkendala situasi keamanan di wilayah yang menjadi lokasi penyergapan.
(Awaludin)