JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menanggulangi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, Rabu (21/10/2026). Dalam operasi ini, BMKG menerapkan metode terobosan dengan mengombinasikan es kering (dry ice) dan garam (NaCl) untuk memicu hujan buatan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan bahwa penguatan operasi ini dilakukan menyusul meningkatnya eskalasi karhutla menjelang masa peralihan musim. BMKG mencatat titik kebakaran justru cenderung naik pada periode kritis sebelum musim hujan tiba.
"Jadi, saat ini kita harus terus memperkuat karena menjelang 2 sampai 4 minggu sebelum datangnya musim hujan, kebakaran ini cukup meningkat di beberapa lokasi," kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Faisal menjelaskan, kendala utama dalam memicu hujan buatan di wilayah karhutla adalah pekatnya kabut asap yang terperangkap oleh lapisan inversi di bawah ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki. Asap tebal ini menghalangi sinar matahari, sehingga proses penguapan terhambat dan awan hujan sulit terbentuk.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, BMKG menyemai dry ice terlebih dahulu guna membongkar lapisan inversi tersebut.