Karhutla Hanguskan 11.449 Hektare di Jatim, BNPB Kirim Helikopter Water Bombing

Felldy Utama, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2026 17:15 WIB
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur.

BNPB menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman di sejumlah kawasan gunung, mulai dari Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, tambahan armada udara disiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman yang dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan unsur terkait lainnya.

BNPB akan mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat juga dikerahkan guna mendukung penanganan karhutla di Jawa Timur.

"Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas," kata Kristomei, Jumat (23/10/2026).

Pemprov Jawa Timur mencatat, pesawat water bombing telah melakukan 462 kali penerbangan untuk membantu memadamkan titik-titik api.

Upaya tersebut juga didukung teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter yang dimanfaatkan untuk menjangkau area dengan tebing curam dan sulit diakses oleh tim pemadam di darat.

 

Skala kebakaran di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.

Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi. Kondisi ini membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada perlindungan ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.

Selain kondisi cuaca ekstrem, munculnya titik api secara bersamaan di sejumlah gunung juga menjadi perhatian pemerintah.

Pola tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya faktor aktivitas manusia, baik berupa kesengajaan maupun kelalaian, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Namun, penyebab kebakaran di setiap lokasi perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan armada pemadaman. Aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah munculnya titik api baru di kawasan hutan dan gunung.

Dengan tambahan helikopter water bombing, dukungan pesawat OMC, serta penguatan operasi darat dan pengawasan, pemerintah berharap kebakaran di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur dapat segera dikendalikan.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya