Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keluarga Cendana Selalu Nyadran ke Makan Ibu Tien

Ary Wahyu Wibowo , Jurnalis-Kamis, 17 Januari 2008 |15:20 WIB
Keluarga Cendana Selalu <i>Nyadran</i> ke Makan Ibu Tien
A
A
A


SOLO - Semenjak Mantan Presiden Suharto masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Sukirno, Kepala Pelaksana Harian Astana Giribangun (Makam Keluarga Cendana) di Desa Karangbangun Kecamatan Matesih Karanganyar terlihat sangat sibuk.

Keberadaan Sukirno tentu tidak dapat terpisahkan dari Astana Giribangun. Lelaki yang kini berusia 50 tahun ini, sejak puluhan tahun lalu telah mengabdi di tempat pemakaman keluarga Cendana Sebagai Kepala Pelaksana Harian Astana Giribangun.

Dalam keseharian, Sukirno tidak hanya melayani para peziarah dari segala penjuru pelosok Nusantara, tapi melayani keluarga Cendana maupun pejabat yang hendak berziarah di Giribangun.

"Dalam melaksanakan tugas, saya dibantu 21 orang pegawai," kata Sukirno.

Setiap bulan Ruwah atau menjelang bulan puasa, sudah dapat dipastikan keluarga Cendana datang untuk berziarah. Kegiatan nyadran itu dipastikan tidak terlewatkan tiap tahun bagi keluarga Cendana. Selain putra-putrinya, mantan Presiden Suharto juga tidak ketinggalan tiap tahun berziarah di makam istrinya, Ibu Tien Soeharto.

"Pak Harto terakhir ke makam Astana Giribangun dua tahun lalu. Namun putra-putrinya seperti Mbak Tutut, Mas Sigit, Mas Bambang Tri Hatmojo, maupun adik-adiknya tiap Ruwah pasti ke makam," ujarnya.

Meski telah lama mengemban tugas, Sukirno tidak pernah mengeluh dan justru mememiliki rasa bangga karena bisa mengabdi keluarga mantan penguasa Orde Baru itu.

Ayah tiga putra telah mengabdi sebagai Kepala Pelaksana Harian Astana Giribangun sejak 1976 atau ketika saat didirikan oleh Yayasan Mangadeg. "Pendirian Astana Giribangun sejak 1974 dan selesai 1976. Semula Astana Giribangun itu dikeleloa Yayasan Mangadeg. Namun sejak 2001 silam berada di bawah Yayasan Ibu Tien Soeharto," kata Sukirno.

Hanya saja, ia tidak tahu alasan pergantian pengelolaan ini. Sedangkan lokasi pemakaman Giribangun sendiri berdekatan dengan Astana Mangadeg, tempat pemakaman Raden Mas Said atau yang lebih dikenal Pangeran Samber Nyawa atau Mangkunegara I.

Sedangkan pemakaman Astana Giribangun, disemayamkan jasad keluarga Cendana atau keluarga dekat Ibu Tien Soeharto. Di cungkup Argo Sari, terdapat makam orang tua Ibu Tien Soeharto, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Soemaharjomo dan RAy Soema Harjoyomo. Kemudian kakak kandung Ibu Tien Soeharto yang bernama Ibu Siti Hartini Odang, selain almarhumah Ibu Tien Soeharto sendiri. Kemudian di selasar terdapat makam Letkol Soemaharmojo (mantan Bupati Wonogiri) dan dr H Soema Harmanto, paman ibu Tien Suharto.

"Sedangkan di cungkup Argo Kembang terdapat makam Soediatmo (mantan Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan," kata Sukirno.

Sejak kesehatan mantan Presiden Suharto memburuk beberapa hari ini, Sukirno mengaku prihatin. Sembari memantau perkembangan lewat TV, Sukirno beserta pegawai Astana Giribangun mengadakan doa bersama bagi kesembuhan Pak Harto.

Pada sisi lain, Sukirno bisa jadi orang yang paling sibuk. Selain menerima para tamu pejabat militer maupun sipil, juga harus melayani wartawan yang ingin menanyakan persiapan jika terjadi hal-hal yang buruk terhadap mantan Presiden Suharto. "Kalau wartawan biasanya menanyakan persiapan. Terus saya jawab persiapan apa? Tak ada persiapan apa-apa," katanya.

Kompleks Astana Giribangun sendiri memang teramat luas dan terdapat beberapa pohon rindang serta dilengkapi area parkir. Lokasinya sendiri terlihat sangat bagus karena berada di atas perbukitan di kaki Gunung Lawu atau 666 di atas permukaan laut (dpl).

Sejak meninggalnya Ibu Tien Soeharto, 29 April 1996 silam, para peziarah cukup banyak. Sebelum mantan presiden Suharto â€~lengser keprabon' jumlah pengunjung yang datang untuk berziarah ke makam itu Tien bisa mencapai 7 ribu orang/hari. Bahkan, pernah terjadi jumlah pengunjung mencapai 13 ribu orang saat hari minggu Pon.

"Namun setelah reformasi jumlah peziarah turun drastis," terangnya. Rata rata pengunjung berkisar antara 100 hingga 500 orang/hari.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement