Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Olimpiade Astronomi Indonesia Berangkat ke Tolikara

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Senin, 22 November 2010 |17:22 WIB
Tim Olimpiade Astronomi Indonesia Berangkat ke Tolikara
Foto: Ilustrasi/reuters
A
A
A

JAKARTA - Tim Indonesia dan tim Tolikara malam ini berangkat menuju Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Mereka akan berlaga dalam ajang VI Asian Pasific Astronomy Olympiad (APAO), 24 November-5 Desember 2010.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berhak mengirimkan dua tim, yakni satu tim nasional dan satu tim daerah. Tiap tim beranggotakan peserta junior yakni siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan siswa sekolah menengah atas (SMA).

Anggota tim nasional Indonesia adalah Hendrik Lewu Medlama (SMAK BPK Penabur Gading Serpong), Ramadino Athaariq (Mentari International School Jakarta), Cliff Alvino Wijaya (SMP Karangturi Semarang), Lidya Pertiwi Suhandoko (SMPN 1 Blitar), Siti Fatima (SMAN 1 Sampang), Muhammad Wildan Gifari (SMA Semesta), Dedy Arianto Runting (SMAN 5 Palangkaraya), dan Yahdi Isnu Miftahuddin (SMAN 1 Taliwang).

Tim Tolikara beranggotakan Tower Bogum (SMP YPPG I Karubaga), Betty Angelina Kogoya (SMP YPPG I Karubaga), Erfince Wanimbo (SMPN 1 Karubaga), Echo Yikwa (SMPN 1 Karubaga), Ramli Wanimbo (SMA YPPG I Karubaga), Mendi Weya (SMAN 1 Karubaga), dan Itha Yikwa (SMAN 1 Karubaga).

Salah satu team leader Indonesia Ichsan Ibrahim, S. Si., M. Si. menjelaskan kedua tim berlatih selama Februari hingga November 2010 di Pusat Pelatihan Ganesha Astromedia dan observatorium Boscha, Bandung, serta di Planetarium, Jakarta.

Dia menargetkan, tim Indonesia paling tidak mampu mempertahankan tradisi perolehan medali sejak ikut APAO mulai 2005. "Tahun lalu kita dapat dua emas, dua perunggu, dan satu best result kategori junior," ujar Ichsan saat pelepasan tim Indonesia dan Tolikara di Ruang Multimedia Nusantara, Planetarium, Jakarta, Senin (22/11/2010).
 
Representasi APAO untuk Indonesia Dr. Chatief Kunjaya berharap, semua yang sudah dikerjakan dan dikembangkan bersama tim APAO bisa menghasilkan sesuatu yang baik. "Semoga apa yang telah diberikan ITB, Boscha, dan semua pihak pendukung APAO bisa memberi manfaat besar bagi tim Indonesia untuk mendulang prestasi," ujarnya.

Srisetiowati dari Surya Institute memaparkan, Surya Institute selalu berkomitmen dalam memajukan sains. "Contohnya astronomi. Sedihnya, yang mempelajari langit kita justru orang asing. Kapan kita maju?" imbuh Sri. 

Sri menambahkan, ajang ini juga menjadi contoh bahwa sains dapat dan mudah dipelajari. "Mudah-mudahan Indonesia juga memiliki peneliti masa depan," ujar Sri penuh harap. 
 
APAO adalah salah satu jenis olimpiade internasional dalam bidang astronomi. Olimpiade yang dikhususkan bagi siswa SMP dan SMA ini bertujuan mempromosikan pendidikan Astronomi dan menekankan pentingnya pendidikan sains di negara-negara Asia, Oseania, dan Pasifik.

Olimpiade tersebut dibagi dalam tiga tahap, yaitu Theoritical Round, Observation Round, dan Practical Round.

Tahun ini, APAO dijadwalkan diikuti oleh delapan negara yaitu Indonesia, Rusia, Korea Selatan, Kazakhstan, China, Bangladesh, Nepal, dan Kyrgyztan. Tiap negara mengirimkan satu tim yang terdiri dari anggota junior (SMP), senior (SMA), ketua tim, dan observer. Namun, Kyrgyztan hanya mengirimkan observer.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement