Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berlomba & Berkenalan dengan Pasar Modal

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 17 Desember 2010 |13:22 WIB
Berlomba & Berkenalan dengan Pasar Modal
Wisnu Sari Nugroho, pemenang pertama Olimpiade Pasar Modal Nasional 2010. foto:Rifa Nadia/okezone
A
A
A

JAKARTA - Pelajar sekolah menengah atas (SMA) dari 32 provinsi berkumpul di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Mereka merupakan peserta Olimpiade Pasar Modal Nasional 2010.

Ajang yang pertama kali diselenggarakan ini merupakan salah satu upaya BEI dalam menyosialisasi dan mengedukasi generasi muda tentang pasar modal. 

Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawasan Pasar Modal&Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Nurhaida menyatakan pasar modal berkembang pesat, tidak cuma di Indonesia tapi juga dunia baik dalam kegiatan maupun produk-produk yang dihasilkannya.

"Jika kita tidak mengimbanginya dengan sumber daya manusia yang siap bermain dalam pasar modal, maka kita akan ketinggalan dari negara lain yang lebih siap," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (17/12/2010).

Wanita berkerudung ini menambahkan, karena itu, edukasi mengenai pasar modal sangat penting, baik melalui pendidikan langsung maupun kompetisi untuk memacu diri para pelajar memahami pasar modal.

Dalam Olimpiade Pasar Modal Nasional ini, ke-32 pelajar tersebut berlomba dalam tiga tahap, yakni ujian tulis, pembuatan makalah dan presentasi tentang pasar modal, serta simulai jual beli saham.

"Dewan juri kemudian menentukan lima finalis dengan melihat nilai total leseluruhan peserta dari semua tahap tersebut. Kelima orang inilah yang mengikuti cepat tepat pasar modal pagi ini," papar salah satu juri dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dumairy. 

Cepat tepat tersebutlah yang menentukan pemenang pertama hingga harapan dua dalam Olimpiade Pasar Modal Nasional 2010. Wisnu Sari Nugroho dari Provinsi Riau meraih medali emas dengan skor 1.700. Wisnu berhak mendapat tropi dan hadiah sebesar Rp10 juta. Juara kedua diraih oleh  I Made Astana Yuana dari Bali dengan nilai akhir 1.280. Made berhak atas medali perak, piala, dan uang Rp7,5 juta. Wakil dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan nilai 1.250, Imam Wahyudi, meraih tempat ketiga. Dia membawa pulang medali perunggu, piala, dan uang Rp5 juta.   

Juara harapan I diraih oleh Muhammad Aulia Rahman dari Banten. Dengan mengantongi skor 1.100, Aulia membawa pulang uang Rp3 juta. Posisi kunci ditempati oleh wakil provinsi Kalimantan Timur, Agustian Fadillah dengan nilai 955. Agustian mendapat Rp1,5 juta.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement