Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Saya Pikir Saya Akan Mati"

Rani Hardjanti , Jurnalis-Minggu, 13 Maret 2011 |16:19 WIB
Foto : Daylife.com
A
A
A

FUKUSHIMA - Gempa 8,9 SR dan tsunami setinggi hingga 10 meter meninggalkan cerita duka. Musibah itu menyisakan berbagai cerita duka. Salah satunya diaalami Wataru Fujimura.

Pria berusia 38 tahun itu, menyaksikan bagaimana gempa dan tsunami mengguncang rumahnya. Petaka itu datang awalnya sebuah guncangan dahsyat.

"Furnitur kami dan rak-rak semua jatuh dari atas. Bahkan dinding gedung apartemen kami retak. Sungguh mengerikan. Jalanan terbelah," ujarnya, seperti dikutip AP, Minggu (13/3/2011).

Kemudian tsunami datang. Bencana lebih serius datang. Gulungan ombak menyapu rumah, perahu, mobil, sampah, puing-puing. Perkotaan itu sekejab berubah seperti kubangan rawa. Tidak dijelaskan di mana apartemen milik pria itu.
 
"Kami menghabiskan sepanjang malam di dalam mobil. Sekarang kita kembali ke rumah berusaha untuk membersihkan semuanya," tutup pria itu, yang terlihat masih syok.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement